Kelangkaan dan Naiknya Harga Semen Hentikan Produksi Rumah

oleh -391 views
Kelangkaan
Ketua DPD APERSI Aceh, Afwal Winardy. Foto: AF/ADC

Banda Aceh (AD)- Kelangkaan semen pada tahun 2021 ini sangat berdampak terhadap para pengembang perumahan di Aceh. Karena pengembang tidak hanya sekedar membangunkan rumah. Para  pengembang juga dituntut untuk membangun fasilitas sarana dan prasarana komplek atau lingkungan perumahan yang dibangun oleh developer.

“Terjadinya kelangkaan semen dan naiknya harga bahan baku utama pembuatan rumah ini sangat berdampak terhadap para pengembang perumahan di Aceh,” ungkap Ketua DPD APERSI ( (Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana/Sangat Sederhana Indonesia) Aceh, Afwal Winardy, Sabtu 16 Oktober 2021 di Banda Aceh.

BACA..  Acara Pamitan Mantan Pangdam IM, Nova Bisa Berdiri Tegak

Selain langka, menurut Afwal, harga semen di Banda Aceh pun naik per saknya Rp10.000,- dari harga normal yaitu Rp53.000/Rp55.000,- per sak. Belum lagi harga diluar kota, naiknya bisa mencapai Rp20.000,- per sak. Saat ini dipasaran, harga semen mencapai Rp65.000,- hingga Rp70.000,- per sak.

DPD APERSI Aceh sangat menyayangkan terjadinya kelangkaan dan naiknya harga semen tersebut,” tutur Afwal Winardy.

Selain itu, ia menuturkan, pemerintah daerah belum bisa membantu para pengembang untuk menekan produksi harga rumah untuk mewujudkan masyarakat Aceh memiliki rumah yang layak huni.

BACA..  Masih Bertongkat, Nova Iriansyah: Apa Perlu Saya Buka Celana?

“Sudah diterpa kelangkaan dan naiknya harga semen, bagaimana kami bisa melanjutkan pembangunan perumahan bagi masyarakat,” ujar Afwal.

Jika dilihat dari sisi permintaan, menurutnya sudah ada perbaikan perekonomian di masyarakat. Bisa jadi, setelah melihat anggaran tahun ini bisa mempengaruhi permintaan.

“Pihak pemerintah harus punya andil untuk melihat permasalahan ini,” pinta Afwal.

Ia menjelaskan, saat ini produksi dari para pengembang dibawah asosiasi APERSI masih jauh dari target yang kami sampaikan ke DPP APERSI untuk data tahunan.

BACA..  Ujian Sistem CBT, Pengadaan PPNPN Kanwil BPN Aceh Lebih Transparan

Rencana awal, tahun 2021 hanya 5000 unit. Ternyata kami harus menurunkan target tersebut menjadi 3100 unit. Sementara itu, dipertengahan bulan Oktober 2021 ini baru terealisasi hanya 2700 unit. Jika permasalahan kelangkaan dan kenaikan harga ini tidak teratasi, maka produksi tidak akan tercapai.

“Kami sangat menyayangkan jika pembangunan perumahan ini terhambat dikarenakan adanya permasalahan tersebut. Padahal sektor properti ini bisa menumbuhkan 170 industri lainnya yang bergantung pada industri properti,” tutup Afwal Winardy. (Ril)