PKS Sabang Ganti Nahkoda, Ada Isu Suksesi Calon Walikota di Tahun 2024 Mencuat Dalam MUSDA

oleh -101 views

Laporan | Jalaluddin Zky

Sabang (AD) – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada tanggal 28 Desember lalu telah memilih dan menetapkan saudara Albina, A.Rahman,ST,MT menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Sabang periode 2020-2025.

example banner

Albina A Rahman sendiri duduk selaku pimpinan PKS Kota Sabang, menggantikan Ketua umum sebelumnya yakni Zuanda, S.HI yang memimpin PKS Kota Sabang selama dua periode atau lebih kurang 10 tahun.

Albina sendiri bukan sosok yang asing dalam dunia politik di Kota Sabang, kader PKS ini terkenal sebagai aktivis sejak masih mahasiswa, malang melintang di keorganisasian di tingkat Aceh, kemudian ia memutuskan kembali ke Sabang medio 2008 pasca bencana buma tsunami menguncang Aceh.

Mantan anggota DPRK Sabang dan mantan staf di Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) ini dirasakan pantas untuk memimpin partai PKS Kota Sabang kedepan, sehingga terpilih dan ditetapkan dalam musda tersebut.

Ada hal yang menarik dalam Musda PKS Sabang kali ini, selain memilih Ketua DPD dan membicarakn struktur pengurusan ke depan, ternyata Musda alot dan panas dalam membahas suksesi kepemimpinan Kota Sabang kedepan, forum Musda menyimpulkan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kedepan menjadi ajang politik monumental dan wajib melahirkan kepemimpinan baru di Sabang demi Sabang yang lebih baik.

Meskipun belum mencuat sosok figur yang akan diusung namun, keseriusan mempersiapkan mental dan langkah untuk itu menjadi prioritas. Sebagaimana diketahui di Pilkada yang lalu PKS Kota Sabang adalah salah satu partai yang ikut bertarung dan memajukan kadernya sebagai calon Wakil Walikota namun belum berhasil dan beruntung.

Karenanya kata Albina, kali ini kesalahan dan kekalahan seperti itu tak akan terulang lagi.

“Kali nyoe han leuh angen lee, soe calon terserah nanti,” kata albina.

Selain itu juga menetapkan Maulizar anggota DPRK Sabang dari PKS sebagai Ketua Majelis Pertimbangan dan Muhajir, S.HI sebagai Ketua Dewan Etik Daerah., terangnya.(*).