Hak Angket DPRA Mulai Masuk Angin

oleh -262 views
example banner

Banda Aceh (AD)- Dinamika elit politik antara Eksekutif dan Legeslatif” di Aceh, eskalasinya kini telah menunjukan tanda-tanda mulai menurun dan masuk angin.

Pasalnya, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak hadir saat rapat paripurna usulan penggunaan hak angket terhadap Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah pada hari Selasa 27 Oktober 2020 lalu.

“Ketidak hadiran sebagian anggota DPRA, tentunya mereka punya alasan yang kuat atau bisa saja karena para anggota dewan tidak sepakat dengan penggunaan hak angket, dan bisa saja diduga telah kompromi atau komunikasi politik Plt Gubernur dengan para ketua partai politik yang saat ini menguasai suara mayoritas di parlemen,” ujar Usman Lamreung, Sabtu 31 Oktober 2020 di Banda Aceh.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

Menurut aktivis akademisi ini, kisruh politik Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Pemerintah Aceh, dipicu oleh ketidak harmonisan komunikasi politik dan berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap DPRA tidak berpihak kepada rakyat.

Kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, kata Usman Lamreung, terkait masalah anggaran recofusing Covid -19, Proyek Multiyear, Pemotongan dana Pokir, Penanganan pandemi Covid -19 yang terkesan lamban, serta berbagai permasalahan lainnya yang menyebabkan terjadinya hak interpelasi hingga berujung hak angket oleh DPRA.

Ia menjelaskan, DPRA dengan tegas menolak semua jawaban Plt Gubernur dalam sidang paripurna hak interpelasi pada bulan September yang lalu. Akibat dari penolakan tersebut, sudah pasti Plt Gubernur menghadapi hak angket yaitu mosi tidak percaya dari anggota DPRA terhadap pemerintahan dibawah kepemimpinan Nova Iriansyah.

Selain itu, Usman menambahkan, pada saat proses lobi untuk mencari dukungan hak angket dari para anggota DPRA, Presiden Jokowi telah menerbitkan Kepres pemberhentian Irwan Yusuf dari jabatan Gubernur Aceh dan mengangkat Ir. Nova Iriansyah menjadi Gubernur definitif.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

“Tentu ini mengganggu lobi-lobi politik di internal DPRA sendiri. Dan itu terbukti, lobi politik hak angket yang dilakukan tidak mencapai quorum, sehingga sidang paripurna pengusulan hak angket harus di tunda,” katanya.

Masih menurut Usman, hak angket bakal masuk angin ketika Nova Iriansyah mampu membuka komunikasi politik dengan salah satu partai mayoritas di DPRA. Harmonisasi politik yang dibangun Nova dengan merangkul salah satu ketua partai lokal, menandakan kisruh yang selama ini intensitas dinamika elit politik sangat tinggi, maka akan semakin menurun dikala ketua Partai Aceh Muzakir Manaf mengisyaratkan dan menyatakan mendukung pelantikan Nova Iriansyah menjadi Gubernur Aceh definitif.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

“Saya sangat yakin, hak angket bakal gagal. Nova mampu mengelola dinamika elit ini dengan baik, dan mampu membangun komunikasi politik dengan salah satu partai politik,” pungkasnya.

Hal itu sangat pasti, karena apa yang tidak menjadi kebijakan partai, para anggota dewan harus mematuhinya.

“Jika mamang benar demikian adanya, maka hak angket akan menjadi kenangan semata,” demikian tutup Usman Lamreung. (AF)