Ini Tanggapan Masyarakat Terhadap Rencana Referendum Aceh

oleh -98 views

Sabang (ADC)- Berbicara rencana Referendum buat Aceh yang kini hangat dibicarakan masyarakat, menimbulkan berbagai reaksi dari rakyat Aceh, seperti apa yang disampaikan Abdul Salam kepada media ini, Jum’at 31 Mei 2019 di Sabang.

Menurutnya, rakyat Aceh saat ini tidak semua butuh diberikan Referendum, mengingat ekonomi Aceh sendiri belum siap untuk bediri sendiri dan masih bertopang pada provinsi tetangga yaitu Sumatra Utara.

Oleh karena itu, menurut hemat saya, jangan terlalu terburu buru untuk kita minta Referendum bagi Aceh, yang kini masih sangat minim industri pendukung guna mendirikan negara sendiri seperti Timor Leste.

“Lihat saja kondisi Timor Leste, sejak lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pembangunannya tidak berjalan lancar, dan rakyatnya juga belum bisa sejahtera. Padahal, mereka didukung oleh negera tetangganya dan beberapa negara lainnya. Nah, jika Aceh juga kita tuntut hal yang sama, saya pikir perlu ada pemikiran yang matang. Karena Aceh hanya mengandalkan pada sumber alam semata, sedangkan dukungan negara lain selama ini tidak ada,” ungkap Abdul Salam.

Hal senada juga disampaikan unsur pemuda Kota Sabang. Menurut Adi, dirinya belum sepakat untuk dilakukan Referendum di Aceh. Pasalnya, kondisi Aceh pasca bencana alam tsunami dan perjanjian perdamaian Helsinki, kini Aceh sudah bangkit dan maju.

“Belum saatnya Aceh minta Referendum, karena pasca bencana alam tsunami dan penandatanganan perjanjian Helsinki, Aceh selain aman damai, Aceh juga sudah bangkit dan mulai maju,” kata Adi.

Sementara itu, Rusli salah seorang tokoh masyarakat berharap, kepada semua pihak yang berkeinginan Aceh untuk dilakukan Referendum, agar tidak perlu tergesa gesa dan harus mengikuti petuah dan tata cara indatu (orang terdahulu).

BACA..  Badan Publik Harus Terbuka Dengan Kritik Dan Saran

“Dimana orang Aceh setiap ingin melakukan sesuatu rencana, sebelumnya duduk bersama mulai dari alim ulama, tokoh masyarakat, cerdik pandai dan pemuda seluruh Aceh, guna membicarakan langkah langkah dan untung ruginya apabila dilakukan Referendum.”

“Jadi tidak perlu tergesa-gesa untuk meminta Referendum. Sebagai orang yang hidup dalam penuh persaudaraan, apapun yang akan dilakukan, terlebih dahulu bermusyawarah dengan melibatkan alim ulama, tokoh masyarakat, cerdik pandai dan pemuda,” tutup Rusli. (Redaksi).