Tanah Diserobot Oknum Dewan, Warga Pulo Ie: Kok Divonis Bebas Ya?

oleh -86 views
Kawal Vonis Samsuardi, Warga Demo Pengadilan Negeri Meulaboh. Foto: Youtube.com

Suka Makmue (Atjehdaily)-Warga Gampong Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya, mengaku sangat kecewa dengan vonis hakim yang membebaskan pelaku penyerobotan tanah mereka belum lama ini. Menurut warga, mereka memiliki bukti kepemilikan atas tanah tersebut dan bukti penyerobotan yang dilakukan oknum dewan bernama Samsuardi alias Juragan.

“Kami heran, kenapa hakim membebaskannya. Apa dia orang berada dan kami masyarakat biasa?,” gugat korban yang juga Kepala Desa Gampong Pulo Ie, R Medi TS saat dikonfimasi atjehdaily.id, Senin, 30 Oktober 2017.

Padahal kata R Medi TS,  Jaksa menuntut Samsuardi bersalah karena melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHPidana yang secara terang-terangan merusak pohon kelapa sawit warga Pulo Ie, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Selain itu, Juragan juga dituntut dalam perkara ini untuk mengganti kerugian masyarakat dengan total mencapai 1,2 miliar.

“Kini tanah kami seluas 70 hektar masih dikuasai oleh Juragan, kami berharap segera dikembalikan tanah milik kami,” harap R Medi TS.

Dalam kasus penyerobotan lahan itu, R Medi TS mengaku pihaknya hanya bermodalkan kenekatan melawan sosok yang dianggapnya sangat berkuasa dan kuat, apalagi status orang yang mereka hadapi adalah pimpinan di DPRK Nagan Raya dan juga salah satu petinggi Partai Aceh dan eks GAM.

“Kami tak pakai pengacara, kami menuntut hak kami hanya bermodalkan kenekatan dan bukti bukti yang kami miliki,” ujarnya

Warga mengaku, sejak Juragan divonis bebas,  oknum dewan itu sering menelpon dan mencaci maki warga, terutama sang kepala desa yang sangat getol memperjuangkan nasib warga yang tanahnya diduga diserobot itu. Redaksi atjehdaily.id belum diperoleh keterangan resmi dari pimpinan dewan itu, apa maksusd dia menelpon warga yang bersengketa dengannya.

“Saya kemarin ditelpon, dan dicaci maki dengan kata kata kasar, saya sedih dia turut mengungkit ngungkit orang tua saya yang sudah tiada,” tutup dia.

Namun begitu, warga tak akan menyerah, walaupun kini mereka  mengaku telah dikecewakan oleh vonis hakim yang membebaskan sang penyerobot tanah  mereka. “Kami sangat kecewa, tentunya sangat kecewa, namun perjuangan belum berakhir. Dari pidana akan kita perdata. Takkan kami akhiri sampai disini,” tegas Medi.

BACA..  Matulessy: Pasal RUU KUHP Perlu Dikaji Secara Mendalam

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRK Nagan Raya Samsuardi alias Juragan seperti diberitakan sejumlah media massa mengaku  kasus penyerobotan dan perusakan lahan milik sejumlah warga di Pulo Ie, Kecamatan Kuala. sudah tuntas dan telah ada putusan hukum tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

“Setahu saya kalau sudah ada putusan Mahkamah Agung, mana bisa ada putusan yang lain lagi. Putusan MA itu sangat tinggi,” kata Juragan sebagaimana dilansir  situs Tribunnews.com. (MU)