Aduen Mukhlis Terpilih Jadi Ketua KPA Aceh Besar

oleh -52 views
Aduen Mukhlis
Mukhlis Basyah

Jantho (AD) Aduen Mukhlis, panggilan akrab Mukhlis Basyah secara resmi terpilih sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Aceh Besar, Sabtu malam, 29 Mei 2021.

BACA..  Forum Jurnalis Aceh Cabang Bireuen Diketuai Oleh Maimun Mirdaz

Dalam Musyawarah yang berlangsung di kantor Partai Aceh (PA) wilayah Aceh Besar serta melibatkan 3 Sagoe tersebut, menyepakati mantan bupati Aceh Besar itu sebagai ketua terpilih KPA Aceh Besar.

BACA..  Pemerintah Kota Sabang Apresiasi Kodim 0112/Sabang

Aduen Mukhlis terpilih melalui proses musyawarah yang melibatkan KPA Sagoe 22, Sagoe 25 dan Sagoe 26. Sebelumnya, ketua KPA Aceh Besar dinahkodai oleh Saifuddin Yahya alias Pak Cek yang juga ketua DPW PA Aceh Besar.

BACA..  Matulessy: Pasal RUU KUHP Perlu Dikaji Secara Mendalam

Sementara itu, kader muda Partai Aceh (PA) Aceh Besar Sulaiman SE menambahkan, Forum Musyawarah telah menetapkan orang yang tepat sebagai ketua KPA Aceh Besar.

“Forum juga berjalan dengan alot sehingga demokrasinya terlihat dengan jelas,” ujar Sulaiman lewat rilisnya kepada media ini, Minggu pagi 30 Mei 2021.

Menurut Sulaiman, Aduen Mukhlis merupakan orang yang mampu dalam mengelola organisasi, memiliki kemampuan yang memadai serta sudah pernah berpengalaman di pemerintahan.

“Insya Allah kedepannya KPA Aceh Besar lebih kompak dan akan melahirkan sejumlah program kerja untuk memantu masyarakat,” ujar anggota DPR Aceh tersebut.

Kemudian Sualiman juga menaruh harapan yang besar di pundak Aduen Mukhlis, diataranya adalah segera menyusun pengurus guna untuk berjalannya roda organisasi tersebut.

Profil Mukhlis Basyah

Pria yang lahir di Lam Ara Tunong, Kuta Malaka, Aceh Besar, Aceh, 18 Mei 1971 kini berumur 50 tahun. Dia adalah tokoh pejuang GAM. Dia pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Besar periode 2012–2017.

Menempuh pendidikan di SD Samahani (1978–1984), SMP Samahani (1984–1987) dan SMA Mugayatsyah Banda Aceh (1987–1990). Kemudian dia berhasil meraih gelar sarjana di salah satu perguruan tinggi.

Ia pernah menduduki beberapa jabatan, diantaranya Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Partai Aceh Aceh Besar (2008-2013), bendahara pembangunan Mesjid Besar Samahani, Wakil Ketua II Pencab PSSI Aceh Besar periode 2010 hingga 2014, dan Ketua KKI (Kushin-Ryu Karatedo Indonesia) Provinsi Aceh sejak tahun 2010. Selain itu ia juga merupakan pengusaha di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan, di mana ia mempunyai usaha beternak sapi dan kambing, dan memiliki kebun rambutansalakjati dan eukaliptus.

Ia berhasil memenangi pilkada Aceh Besar 2012, dengan perolehan 42.765 suara (30,33 persen). Pasangan ini mengalahkan pasangan Anwar TM Ali, SE-Ir. H. Haziman R (5.126 suara), pasangan H. Harmani Harun, SE., MM.Ak-Drs. Saifuddin M. Sabi 5.952 suara (4,22 persen), pasangan H. Rusli Muhammad-Drs. H. Marzuki Yahya, MM 17.817 suara atau 12,64 persen, pasangan Khairul Huda, S.Hi – Mahya Zakuan, S.Ag 4.963 suara (3,52 persen), pasangan Ir. Yusmadi, MM – H. Amiruddin Usman Daroy 31.352 suara (22,24 persen), dan pasangan Ir. Mawardi Ali – Tgk. H. Marwan Abdullah 33.018 suara (23,42 persen).[2]

Mukhlis Basyah dan Drs. Samsul Rizal, M Kes., resmi dilantik oleh Gubernur Zaini Abdullah dalam rapat Paripurna DPRK Aceh Besar di Kota Jantho. Prosesi pelantikan juga sekaligus serah terima Jabatan dari Penjabat Bupati sebelumnya Drs. H Zulkifli Ahmad, MM. Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRK Aceh Besar, Saifuddin sekaligus Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar.

Dalam pelantikan ini, selain dihadirin oleh Zaini Abdullah, dan Muspida Aceh, Muspida-Muspida plus Kabupaten Aceh Besar, pelantikan juga disaksikan oleh 1800 undangan dari berbagai unsur. Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati terpilih Mukhlis Basyah dan Drs.Samsul Rizal, M,Kes, juga dilakukan prosesi peusijuek (tepung tawar) bertempat di Meuligo Bupati Aceh Besar. Prosesi tersebut sebagai lambang dan ciri khas adat Aceh, bagi siapa yang mendapat kehormatan semacam bupati baru menjabat dan sebagainya.[3]

Saat menjadi bupati, pada masa kepemimpinannya Aceh Besar tercatat sebagai kabupaten/kota pertama di Aceh yang mulai melaksanakan Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) melalui Program Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), 18 Februari 2014. Untuk tahun 2014, Kabupaten Aceh Besar menganggarkan Rp 26,4 miliar untuk kesuksesan Program PIK tersebut.

Selain itu, program Beut Al-Quran Bakda Maghrib (membaca Al-Quran setelah Maghrib) yang dicanangkan Gubernur Zaini Abdullah juga dilaksanakan pada masa kepemimpinannya. Mukhlis Basyah mengatakan program tersebut bertujuan untuk membebaskan buta huruf membaca dan menulis huruf Alquran bagi anak usia sekolah dan masyarakat di Aceh Besar, Di samping itu, program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan membaca dan menulis huruf Al-Quran sejak dini, serta menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran. menurutnya sasaran dari program tersebut adalah anak berusia 6 sampai 15 tahun atau anak kelas 1 SD sampai dengan kelas 3 SMP. (Jalaluddin Zky/Wikipedia).