Partai Demokrat Peringati Nuzulul Qur’an 1442 Hijriyah

oleh -35 views
example banner

example banner

Jakarta (AD) – Memang ada beragam tafsir ulama tentang teknis pewahyuan awal Al-Qur’an ini, tapi terlepas dari semua itu, momentum Nuzulul Qur’an ini harus menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya umat islam untuk kembali mempelajari dan menjadikan nilai-nilai dalam Al-Qur’an sebagai rujukan dalam sikap, perilaku, dan pola pikir dalam keseharian baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Ketum AHY saat membuka acara peringatan Nuzulul Quran 1442 Hijriyah melalui aplikasi zoom meeting, yang digelar Departemen 8 Bidang Agama dan Sosial DPP Partai Demokrat, Kamis (29/4) malam.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

Peringatan Nuzulul Quran kali ini mengambil tema “Membumikan Al-Quran, Membangun Peradaban”. Di malam 17 Ramadhan ini, Ketum AHY juga menjelaskan makna dari tema acara Nuzulul Quran tersebut.

BACA..  Insan Muda Demokrat Indonesia Salurkan Bantuan ke NTT

“Tema Membumikan Al-Qur’an dan Membangun Peradaban,” AHY menyampaikan mungkin membuat sebagian dari kita bertanya-tanya apakah kemudian maknanya Al-Qur’an masih melangit sehingga perlu di bumikan? Dalam konteks ini, tentunya merujuk pada pendapat para ulama, Kyai dan semua tokoh-tokoh Islam selama ini, dalam pengertian hakiki nya, Al-Qur’an sebenarnya telah membumi ketika Allah SWT menurunkan Ayat Al-Qur’an yang terakhir kepada Rasullulah SAW.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

Maka yang dimaksud dengan membumikan Al-Qur’an kata AHY sebenarnya adalah makna metaforis bukan makna yang hakiki. Dalam makna metaforisnya istilah membumikan Al-Qur’an mengisyaratkan masih jauhnya kehidupan kita sehari-hari dari substansi Al-Qur’an itu sendiri.