DPD APERSI Aceh Bagikan Sembako dan Masker

oleh -409 views

Banda Aceh (AD)- Hampir semua sektor industri saat ini tidak bergerak dan sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah dimasa pandemi Covid -19 ini. Padahal, sektor properti mampu menghidupkan 150 sektor industri lainnya.

“Disatu sisi, pemerintah sedang berjuang keras agar negara dan rakyatnya mampu bertahan menghadapi pandemi covid -19 ini,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD-APERSI) Aceh, Afwal Winardy, disela-sela kegiatan penyerahan paket sembako dan masker kepada Panti Asuhan yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis 30 April 2020.

Bantuan paket sembako dan masker yang kita bagikan ini, kata Afwal, adalah bentuk kepedulian dan aksi nyata dari para pengembang dibawah naungan APERSI Aceh di bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan, para pengembang turut berpartisipasi untuk mengumpulkan rezekinya demi membantu masyarakat terdampak Covid -19.

“Walaupun kondisi saat ini belum semua perumahan siap dan di akad oleh konsumen, namun dengan penuh kerelaan para pengembang turut serta bersama-sama berkontribusi dalam program berbagi sembako kepada panti-panti asuhan, kaum dhuafa, dan masyarakat terdampak bencana kesehatan ini,” pungkas Ketua DPD APERSI Aceh.

Dalam kesempatan ini, kami juga berharap doa dari masyarakat agar bencana kesehatan ini dapat segera berlalu, sehingga perekonomian bisa kondusif dan bersemangat kembali, dan developer bisa bangkit untuk menjalankan usaha properti/perumahan.

Selain itu, Afwal juga menambahkan, sektor perumahan untuk masyarakat menengah kebawah merupakan salah satu program padat karya yang harus dijadikan perhatian khusus oleh Pemerintah Aceh, dikarekan pada sektor ini banyak menyerap tenaga kerja. 

“Pada tanggal 29 April 2020, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP-APERSI) Daniel Djumali mengatakan, di sektor perumahan subsidi untuk MBR hanya membutuhkan kelancaran dan kemudahan akad KPR dan kuota subsidi yang cukup, sehingga dampaknya bisa menafkahi lebih dari 13,5 juta jiwa meliputi tenaga kerja dan keluarganya,” kata Afwal melanjutkan statement yang disampaikan Sekjen DPP APERSI.

Berdasarkan hal tersebut, DPD APERSI Aceh meminta dukungan penuh dari pemerintah agar bisa mendorong Perbankan baik itu di Bank milik pemerintah daerah atau Bank nasional agar mau mengakadkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

“Sesuai Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 yang menyebutkan, bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Disamping itu, lanjut Afwal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman menyebutkan, bahwa penyelenggaraan rumah dan perumahan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia bagi peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

“APERSI Aceh berharap, permasalahan ini dapat terselesaikan dan bisa menjadi alternatif bagi masyarakat Aceh untuk bisa memiliki rumah program pemerintah yang lebih dikenal dengan istilah rumah bersubsidi mulai 21 M² sampai dengan 36 M² di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. Dengan harapan, sektor ini dapat membantu mendongkrak perekonomian di daerah, serta para pengusaha properti APERSI Aceh,” harap Afwal Winardy. (AF)

.