Pembunuh Azwar Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

oleh -115 views

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (AD) – Polisi Resor (Polres) Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) ringkus Nurhadi (30 tahun), pelaku pembunuh Azwar (29 tahun), bermotif rasa dendam api cemburu.

Pada akhirnya Polisi berhasil mengungkap motif kasus pembunuhan di Kampung Paya Udang, Kecamatan Seruway, itu.

Kapolres Aceh Tamiang melalui Kasat Reskrim AKP Agus Riwayanto Diputra didampingi Kapolsek Seruway Iptu Syahrial pada gelar press conference mengatakan, kasus pembunuhan yang di lakukan Nurhadi, (30) terhadap Azwar, (29), di picu rasa dendam pribadi dan cemburu.

BACA..  Optimis Kawasan Free Port Sabang Menuju Extraordinary

“Pelaku selama ini curiga bahwa korban dengan istri tersangka pernah selingkuh dengan korban,” ujarnya dalam press conference yang dilansir atjehdaily.id.

Menurutnya, dendam pribadi Nurhadi itu bermula dari rasa cemburu dirinya terhadap Azwar, karena istrinya yang berinisial S, 24 tahun, sempat dekat dengan korban. “Dulu, keduanya pernah tinggal bertetanggaan,” kata Kasat Reskrim AKP Agus Riwayanto Diputra.

Dan disaat mereka masih bertetanggaan, kata Agus, hubungan istri Nurhadi dengan Azwar sangat dekat. Akibatnya, kedekatan keduanya menimbulkan rasa cemburu Nurhadi kepada Azwar. “Sehingga timbul rasa sakit hati Nurhadi, dan dendam terhadap Azwar. Dan terbesit niat untuk menghabisi nyawa korban,” katanya.

BACA..  UMKM Lokomotif Ekonomi Rakyat

Disinggung seberapa lama rencana pembunuhan yang dilakukan Nurhadi terhadap Azwar, Agus mengaku, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait hal itu. Namun, Agus memastikan jika pembunuhan yang dilakukan Nurhadi, merupakan perbuatan berencana.

“Sebab, pisau yang digunakan Nurhadi, dibelinya dari pasar, dan sengaja di persiapkan untuk membunuh Azwar, meskipun petugas belum berhasil menemukan barang bukti pisau itu,” katanya.

Agus menambahkan, Nurhadi berhasil diringkus di rumahnya yang berada di Desa Sungai Kuruk Dua Kecamatan Seruway, tepatnya di blok 11 desa setempat, pada Rabu malam, 28 Oktober 2020, sekira pukul 22.20 WIB.

BACA..  Optimis Kawasan Free Port Sabang Menuju Extraordinary

“Ketika itu Nurhadi hendak pulang ke rumahnya untuk mengambil baju,” katanya.

Polisi yang sudah melakukan pengintaian di sekitar rumah itu pun langsung menangkapnya tanpa melakukan perlawanan. Selanjutnya, Nurhadi pun langsung di gelang ke Mapolres Aceh Tamiang. “Terhadap Nurhadi. Kami sangkakan dengan pasal 338 dan 340 KUHPidana. Dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun,” ujarnya. (*)