MBU : Tuduhan Jubir Hak Angket Terkesan Sangat Tendensius

oleh -316 views
example banner

Banda Aceh (AD)- Fungsional Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Muhammad Ben Umar (MBU) menyesalkan tuduhan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Irfannusir terkait ketidakhadiran anggota DPRA dalam Paripurna “Hak Angket” karena telah di “Siram Pundi-Pundi”.

“Janganlah sembarang menuduh tanpa ada bukti. Pernyataan saudara terkesan sangat tendensius,” ungkap Muhammad Ben Umar kepada media ini, Kamis 29 Oktober 2020 di Banda Aceh.

Sebagai kader PPP, MBU merasa terusik dengan fitnah yang disebarkan oleh Irfannusir. Terlebih lagi, tuduhan tersebut juga dialamatkan kepada Anggota Fraksi PPP DPRA.

Muhammad Ben Umar menyampaikan, kalau selama ini dirinya terus mengikuti perkembangan terkait persoalan interpelasi dan hak angket yang digulirkan tehadap pemerintah oleh sebagian anggota DPRA.

Ia menjelaskan, Fraksi PPP dari awal tidak sependapat dengan interpelasi dan hak angket terhadap Plt Gubernur Aceh, karena dinilai tidak mendasar.

“Bila ada yang membangun opini seolah-olah yang tidak hadir di paripurna sudah di siram pundi-pundi, konotasinya sangat tidak bagus diasumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut MBU, sebagai pendatang baru di parlemen Aceh, harusnya Irfannusir perlu membangun komunikasi yang baik antar sesama anggota DPRA dan menghargai setiap hak politik sesama anggota.

Selain itu, ia mengatakan, terkait persoalan setuju atau tidak setuju dengan hak angket itu, itu adalah hak masing-masing anggota legeslatif. Mereka tentu punya alasan tersendiri dan memiliki kebijakan di partainya masing-masing.

MBU berharap, janganlah karena kegagalan paripurna hak angket akibat dari ketidakmampuannya dan terlalu bersemangat, sehingga mengeluarkan statemen yang sifatnya fitnah dan menuduh mereka yang tidak setuju hak angket, maka akan merusak hubungan antar sesama anggota DPRA bahkan bisa mengganggu hubungan antar sesama partai politik.

“Jangan karena kegagalan paripurna hak angket, saudara mengeluarkan statemen yang sifatnya fitnah dan menuduh,” tegas Fungsional PPP ini.

Seharusnya DPRA hari ini berkosentrasi terhadap pelaksanaan pelantikan Gubernur Aceh defenitif, serta duduk bersama untuk memikirkan persoalan Aceh.

“Janganlah anda setiap saat menyajikan atau mempertontonkan politik yang tidak baik dan tidak sehat di lembaga parlemen kepada masyarakat,” tutup Mauhammad Ben Umar. (AF)