Gereja dan Rumah Pendeta Ludes Dilahap Jago Merah

oleh -58 views
Polisi memasang police line di lokasi kejadian. Foto: Ist
Polisi memasang police line di lokasi kejadian. Foto: Ist

KUTACANE | AP-Sebuah Gereja Karismatik Betani dengan luas  8 x 12 meter dan satu unit rumah milik Wakil Pendeta Situmorang di Desa Kane Mende Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara ludes terbakar, Kamis, 29 September 2016, Pukul 12.30 WIB.

Selain menghanguskan rumah ibadah dan kediaman wakil pendeta, insiden kebakaran itu turut menghanguskan sebuah PAUD Tali Takum. Ke tiga bangunan yang dilahap si jago merah itu, seluruh dinding terbuat dari kayu.

Dari informasi yang dikumpulkan atjehdaily.id (Grup Bongkarnews) saat kebakaran tersebut terjadi, dua orang laki-laki yang diketahui bernama Daniel Fransiskus Silaban (36 tahun) dan Joshua (17 tahun) sedang berada di lokasi kejadian. Ke dua mereka diketahui penganut agama kristen.

Dari pengakuan, mereka berdua sedang membersihkan rumah wakil pendeta Situmorang kemudian setelah itu mereka berdua tiba-tiba bertengkar mulut.

“Setelah itu Joshua keluar dari dalam rumah tersebut dan meninggal kan Daniel sendiri di dalam rumah wakil pendeta tersebut, tiba-tiba masyarakat sekitar melihat adanya kumpulan asap dari dapur rumah wakil pendeta tersebut,” ujar seorang saksi mata.

Lalu, masyarakat berteriak mencari pertolongan kemudian masyarakat beramai-ramai untuk memadamkan api tersebut namun api tersebut merambat dan membakar Gereja Karismatik Betani dan Sebuah PAUD Tali Takum.

Dari informasi yang diperoleh, diketahui Daniel Fransiskus Silaban mengalami gangguan jiwa dan dia tinggal dirumah wakil pendeta tersebut selama ini dalam bimbingan kerohanian.

Pantauan wartawan di lapangan, tak lama berselang, Wakapolres Agara beserta Kasat Intelkam Polres Agara dan anggota telah tiba di TKP untuk mengecek kebakaran tersebut.

Sampai kini penyebab kebakaran tersebut belum diketahui pastinya, sementara diduga penyebab kebakaran tersebut berasal dari arus pendek listrik. kerugian materi akibat kebakaran tersebut lebih kurang 300 juta.

Pasca kejadian, aparat keamanan setempat terus mengendalikan situasi dengan aman dan terkendali tanpa terjadi kemacetan yang berarti. (TM)