banner 700250

YARA Apresiasi Kementerian Pertanian Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat

oleh -428 views

Banda Aceh (AD)- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, mengapresiasi Kementerian Pertanian dalam menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian, yang telah menetapkan ganja sebagai jenis tanaman obat.

“Dengan adanya Kepmen ini kita berharap, ada ruang untuk melakukan kajian secara medis atas tanaman ganja yang akan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Safaruddin, Sabtu 29 Agustus 2020.

Selama ini menurutnya, Pemerintah telah menetapkan ganja sebagai Narkoba Golongan I, dengan tidak berdasarkan kajian ilmiah sebagaimana di sebut dalam UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 3 huruf g.

YARA sudah menyurati Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Sekretariat Negara dan DPR RI meminta hasil kajian ilmiah terhadap ganja sehingga di masukkan kedalam Narkotika golongan I dalam UU Narkotika, namun semuanya tidak dapat menunjukan hasil kajian secara ilmiah tersebut.

BACA..  H Muzakkar A Gani Tabalkan Bireuen Sebagai Kota Santri

“Kami sudah surati Pemerintah ke Kemenkes, Kemenkumham dan Setneg serta DPR RI meminta salinan kajian ilmiah terhadap tanaman ganja, sehingga di masukkan dalam Narkoba Golongan I, tapi semuanya tidak dapat menunjukkan hasil kajian tersebut. Ini menunjukan bahwa memasukkan tanaman ganja kedalam Narkotika golongan I adalah tindakan yang tidak terukur dan sembrono, padahal tanaman tersebut sudah ratusan tahun di gunakan oleh masyarakat Aceh sebagai obat-obatan dan bahan penyedap masakan,” ungkapnya.

BACA..  Hentikan Penertiban Krueng Aceh

Oleh karena itu, YARA berharap Kementerian Pertanian untuk segera mengatur lebih teknis tentang penelitian ganja untuk kepentingan medis, karena secara teoritis sudah banyak hasil riset tentang kegunaan ganja untuk berbagai keperluan. Hanya saja riset tersebut dilakukan di luar negeri dan hanya dijadikan referensi saja di Indonesia.

“Dengan adanya Kepmentan, maka teori yang sudah banyak ini dapat diterapkan di Indonesia untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Safaruddin.

Kami sudah banyak membaca hasil riset dan manfaat ganja di luar negeri, malah banyak negara sekarang sudah melegalkan ganja, tentu dengan adanya Kepmentan ini, bisa menjadi langkah awal dapat diterapkannya teori yang sudah ditetapkan di luar negeri juga diterapkan di Indonesia.

“Menteri Pertanian jangan ragu, banyak rakyat Indonesia mendukung keputusan ini,” tegas Ketua YARA. (AF/R)