Giliran Warga Gampong Teupin Mane Juli Divaksin Gratis

oleh -73 views

Bireuen (AD) Pemerintah Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen gencar-gencarnya melaksanakan sosialisasi dan vaksinasi di gampong-gampong dalam wilayahnya, para medis UPTD Puskesmas Juli I, kembali melaksanakan tugasnya, kali ini, giliran Warga Gampong Teupin Mane yang divaksinasi Covid 19

Sosialisasi dan vaksinasi yang berlangsung di Meunasah Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Selasa (29/6) di awali dengan sosialisasi tentang kegunaan Vaksinasi Covid 19, yang disampaikan Kapolsek Juli, Iptu Fajriadi, SH. Turut hadir dalam kesempatan itu, forkopincam juli, Kapuskesmas Juli, Kades Teupin Mane, Abdul Jalili beserta perangkatnya dan warga Gampong yang begitu bersemangat mendapat suntikan vaksi gratis, yang juga digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75.

Dalam kesempatan tersebut, Geuchik Teupin Mane, Abdul Jalil, merupakan orang pertama yang disuntik Vaksin, yang kemudian disusul perangkat gampong yang dilanjutkan dengan penyuntikan Vaksin terhadap puluhan warga desanya.”Saya mau divaksin, mumpung masih gratis,: ucap wanita paruh paya yang datangnya belakangan sambil tersenyum. .

Kapolsek Juli, Iptu Fajriadi, SH mengakui, jika pandemi yang semakin mengganas di seluruh negeri sekarang ini, maka program vaksinasi disebutnya sangat penting untuk mendapatkan kekebalan tubuh. “Progran pemerintah untuk memutus mata rantai covid 19, maka sangat diharapkan dan seharusnya mendapat dukungan masyarakat, demi terlaksananya program tersebut,” Jelas mantan Kapolsek Pandrah

Oleh karenanya, ucap Iptu Fajriadi, SH sangat diharapkan peran aktif berbagai pihak untuk ikut serta berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat, terkait program vaksinasi. Penanganan Covid 19, tentunya harus berkolaborasi dengan sumber informasi, materi edukasi dan materi sosialiasi, menyusul pandemi yang semakin mengganas di seluruh negeri.

Geuchik Teupin Mane menyebutkan, adanya awalnya timbul kekuatiran warga desanya vaksinasi, mengingat keraguan masyarakat menyangkut suntikan vaksin yang disebutnya vaksin itu tidak halal, namun setelah MUI dan MPU mengeluarkan fatwanya, jika vaksin tersebut dinyatakan halal, sehingga tidak lagi menimbulkan keraguan masyarakat. “Selama ini, dipengaruhi berita di media sosial yang kebanyakan mengandung unsur Hoak,” ungkap Abdul Jalil.

Dengan adanya sosialisasi yang disampaikan Kapuskesmas dan Kapolsek Juli, menyangkut vaksin itu, yang menyebutkan bahwa vaksinasi itu lumrah, karena menyangkut kekebalan komunal. “Setelah sosialisasi, maka warganya mulai bersedia divaksin, karena berkaitan dengan kekebalan tubuh, sehingga warganya bersedia untuk di vaksin,” urainya, seraya mengatakan untuk menunjukkan bukti bahwa dirinya melakukan suntikan vaksin perdana.

Diuraikan, Abdul Jalil, jika ada warganya yang tidak bersedia divaksinasi, maka akan sangat merugikan orang lain. Begitupun, pihaknya akan tetap menempuh jalan persuasif untuk mengajak dan mengunggah kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. “Dalam penyampaian kepada masyarakat tentu harus hati-hati agar tidak terkesan memaksa, karena yang kita inginkan, adanya kesadaran masyarakat, dengan sukarela untuk ikut di vaksin,” tandas Geuchik Teupin Mane.(Maimun Mirdaz).