Acara Hardiknas di Bireuen Diduga Sarat ‘Olah’

oleh -99 views
Ilustrasi
Ilustrasi

Bireuen | Sebuah situs berita online  Radaraceh.com memberitakan seputar pelaksanaan Hardiknas di Bireuen. Dari sumber yang mereka kutip menyebutkan, pelaksanaan ‘piasan’ itu diduga sarat dengan praktek KKN alias ‘Olah’.

Situs menilai ada indikasi penyimpangan anggaran dalam kegiatan peringatan Hardiknas tahun 2016 di Kabupaten Bireuen. Rangkaian agenda Hardiknas tingkat propinsi ini, disebut-sebut disediakan alokasi dana APBA mencapai milyaran rupiah, untuk membiayai pelaksanaan serangkaian agenda acara yang dibuka oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, Jum’at (27/5) sore.

Ada beberapa kegiatan yang jadi pantauan menurut rincian situs itu, yakni  pameran pendidikan, temu ramah bersama gubernur, seminar dan bermacam kegiatan lainnya yang ikut ditangani oleh even organisasi dari Banda Aceh.

“Acara ini menghabiskan anggaran hingga milyaran rupiah,tapi acara kok terkesan asal-asalan dan panitia kami lihat seperti tidak siap,” ungkap sumber guru yang enggan ditulis nama.

Menurut dia, kegiatan tersebut sarat masalah akibat kap tamak pejabat yang ikut mengais keuntungan. “Maka acara itu terlihat amburadul serta tak memberi manfaat bagi publik, maupun berdampak positif terhadap program peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.,” ujar sumber yang dikutip sumber itu.

Malahan sebutnya, peringatan Hardiknas 2016 terkesan sebagai ajang politik bagi Kadis Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo agar semakin pasti mendampingi Zaini Abdullah pada ajang pilkada mendatang.

“Saya melihat para undangan banyak yang pulang sebelum peringatan Hardiknas ini dibuka oleh gubernur. Mereka kecewa karena hampir dua jam menunggu, tapi belum juga acara dibuka,” sebut sumber lainnya.

Dia berharap, agar para pejabat dapat bekerja lebih baik dan tidak terus menerus menguras uang rakyat untuk kegiatan yang tidak berguna seperti itu. “Tetapi seharusnya mengelola anggaran se efesien dan se efektif mungkin, terutama demi kepentingan peningkatan kualitas peserta didik dan mutu pendidikan yang lebih baik,” harapnya.

“Begini lah kondisi dunia pendidikan di Aceh saat ini, sampai kiamat sekalipun generasi kita tidak akan lebih baik lagi karena kerakusan pejabat yang belum komit memajukan pendidikan,” tegas sumber itu dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, penanggungjawab kegiatan Hardiknas 2016 belum berhasil dimintai keterangannya termasuk dari  Kadis Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo (MU|RAC)