Kapolresta Banda Aceh: Kasus Pengrusakan dan Pemerkosaan Terjadi Peningkatan di Tahun 2020

oleh -91 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Menyambut akhir tahun 2020, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menggelar Konfrensi Pers bersama awak media cetak, Elektronik, TV dan Online.

example banner

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri Waka Polresta Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa, SIK, Kabag OPS dan para Kasat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Machdum Sakti Polresta Banda Aceh, Senin 28 Desember 2020.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH menjelaskan, penyelanggaraan konfrensi pers ini merupakan kegiatan rutin pada setiap menjelang akhir tahun dan sebagai bemtuk pertanggungjawaban intitusi Polri khususnya Polresta Banda Aceh kepada masyarakat dalam menyampaikan informasi publik yang berkaitan dengan situasi dan kondisi Kamtibmas tersebut kini serta evaluasi implementasi kegiatan selama satu tahun ini yang menjadi atensi publik yang perlu direspon secara obyektif melalui media siaran pers.

“Sejak bulan Januari hingga Desember 2020 ini, kasus yang menonjol di wilayah kota Banda Aceh adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Pemerkosaan serta penyalahgunaan narkoba,” ungkap Trisno Riyanto saat konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh.

Kapolresta mengatakan, pada bidang kriminal, Polresta Banda Aceh telah menangani 1.382 kasus dalam tahun ini. Sementara pada tahun 2019 kemarin, pihaknya menangani 1.537 kasus kriminal, sehingga terjadi penurunan jumlah kasus sebanyak 10,08 persen.

Sementara itu, penyelesaian perkara naik menjadi 17,69 persen dari tahun 2019 sebanyak 839 kasus dan tahun 2020 sebanyak 1.051 kasus. Kemudian lanjut Kapolresta, kecenderungan terkena tindak pidana turun 10 persen dari 2019 yang berjumlah 320 jiwa dan tahun 2020 berjumlah 288 jiwa.

BACA..  Pasangan Jarimah Zina di Aceh Utara Dicambuk 200 Kali

Selain itu, Kapolresta menambahkan, data kriminalitas yang menonjol ada pada kasus pembunuhan. Tahun 2019 telah terjadi kasus pembunuhan sebanyak tiga kasus, namun terselesaikan keseluruhannya dibandingkan tahun 2020 tanpa kejadian pembunuhan, berarti turun 100 persen.

“Hampir keseluruhan kasus terjadi penurunan, kecuali kasus pengrusakan naik menjadi 56 persen, kasus pemerkosaan juga terjadi peningkatan mencapai 50 persen dengan perbandingan satu kasus di tahun 2019 naik menjadi enam kasus pada tahun 2020,” ujar Kombes Pol.Trisno Riyanto.

Kapolresta juga mengungkapkan terkait kasus yang menonjol di wilayah hukum Polresta Banda Aceh selama ini adalah, Curanmor sebanyak 148 kasus, Pencurian dengan kekerasan 18 kasus, Pembakaran satu kasus, Korupsi dua kasus, Pemerkosaan enam kasus, Penipuan 164 kasus, Penggelapan 130 kasus, Penganiayaan terhadap anak delapan kasus, Persetebuhan terhadap anak di bawah umur 11 kasus, Pencabulan terhadap anak di bawah umur 18 kasus, KDRT 24 kasus dan Penculikan sebanyak satu kasus. Para tersangka yang berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh selama tahun 2020 sebanyak 124 tersangka.

Di bidang penyalahgunaan narkoba, Kapolresta Banda Aceh mengakui adanya penurunan jumlah kasus meski tidak signifikan. Pada tahun 2019 lalu, kasus yang ditangani sebanyak 258 kasus dan pada tahun 2020, Polresta Banda Aceh menangani 171 kasus. Artinya, telah terjadi penurunan sebanyak 87 kasus.

BACA..  Polisi dan BKSDA Sita Satwa Dilindungi di Rumah Bandar Sabu

“Ada 295 orang tersangka yang terdiri dari 285 pria dan 11 orang wanita, untuk barang bukti yang telah diamankan, 22.114,03 gram ganja kering serta 4.571,91 gram sabu,” papar Kapolresta.

Lanjut Kapolresta, untuk lalu lintas, jumlah angka kecelakaan yang terjadi di Kota Banda Aceh menurun pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada tahun 2019, hanya 719 kasus kecelakaan yang terjadi, sementara itu, pada tahun 2020 terjadi 542 kasus kecelakaan lalu lintas.

“Artinya, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kota Banda Aceh menurun 177 kasus atau turun 24.61 persen. Jika tahun kemarin (2019) korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 48 jiwa, maka di tahun 2020 ini mencapai 37 orang meninggal dunia dan luka ringan sebanyak 743 orang,” jelas Trisno.

Terkait jumlah pelanggaran lalu lintas, Kapolresta merincikan, pada tahun 2020 mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu. Dimana jumlah pelanggaran lalu lintas di Banda Aceh tahun 2019 sebanyak 4.513 pelanggar, sedangkan di tahun 2020 sebanyak 5.195 pelanggar.

“Para pelanggar lalu lintas ini terjaring razia petugas dalam sejumlah operasi yang dilakukan seperti, Operasi Keselamatan Seulawah 2020, Operasi Patuh Seulawah 2020, Operasi Ketupat Seulawah 2020 dan Operasi Zebra Seulawah 2020. Selain operasi, Polantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat seperti mengunjungi sekolah, memasang spanduk imbauan dan lainnya serta mengedepankan teguran saat penindakan pelanggaran lalu lintas,” ujar Trisno.

BACA..  Jaringan Irigasi Mon Sikeu Pulot Diduga Menabrak Aturan

Kapolresta berharap, masyarakat beserta Stakeholder terkait dapat bekerjasama dengan pihaknya sekaligus mengawasi kinerja personelnya untuk membangun citra Polri yang semakin baik, sehingga dapat bekerja secara profesional, modern dan terpercaya. Untuk kegiatan kedepan dalam pelaksanaan pergantian tahun baru, Kapolresta Banda Aceh berharap, mari bersama-sama menjaga situasi kondusif yang saat ini sudah aman tentram jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat mengganggu Kamtibmas.

“Saya menghimbau bagi lapisan masyarakat, dalam menyambut tahun baru 2021, perbanyak berdoa dan lakukan hal yang bersifat positif lainnya, warga masyarakat tidak melakukan sweeping pada malam pergantian tahun, dilarang menyalakan petasan atau mercon, tidak ugal-ugalan dalam berkenderaan dan perbanyak zikir dengan mengharapkan Ridha kepada Allah, SWT disaat pandemi Covid -19 ini,” pungkas Trisno.

Diakhir Konferensi Pers, Trisno Riyanto mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak dan awak media atas dukungan dan partisipasinya khususnya dalam mendukung program-program Kepolisian menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif. (*)