Polisi Adakan Konferensi Pers, Ini Kasusnya

oleh -41 views
Konferensi pers dua tersangka dihadirkan.

Lhoksukon (AD) Personil Sat Reskrim Polres Aceh Utara menangkap dua pelaku pemerkosaan diantaranya SY (32) dan FL (27), pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku Sy terhadap anak di bawah umur.

Sedangkan Fl melakukan tindak pidana pemerasan disertai ancaman yang didahului dengan persetubuhan. Dua tersangka tersebut ditangkap dalam pengungkapan dua kasus di lokasi yang berbeda, kata Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal,S.I.K,.M.M melalui Kasatreskrim Iptu Noca Tryananto, S. Tr. K., dalam konferensi pers didepan gedung reskrim polres Aceh Utara, Kamis,(28/10).

Dalam konferensi pers kasat Reskrim mengungkapkan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh SY, SY melakukan hal terlarang itu sebanyak 10 kali.

Rd (17) adalah korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka SY, tersangka SY berkenalan dengan Rd lewat media sosial (medsos), ujarnya Kasat.

Kasat menjelaskan, awal mula kejadian tersebut bermula saat tersangka SY menyuruh korban untuk menemuinya diladang coklat di daerah kecamatan Cot Girek dan setibanya di sana, tersangka Sy langsung menarik tubuh korban dengan cara paksa dan dilakukan lah adegan pemerkosaan.

BACA..  Polisi Pemabuk Penembak Mati Prajurit TNI AD Dihukum 18 Tahun Penjara

Pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap korban sebanyak 10 kali yang mana perbuatan tersebut dilakukan oleh tersangka dengan mengancam korban jika ia tidak menuruti kemauannya maka akan diberitahukan kepada keluarga korban bahwa mereka sudah melakukan hubungan suami istri hingga keluarga korban malu.

Ketika korban meminta pertanggungjawaban lanjutnya kasat, tersangka Sy berjanji akan bertanggung jawab dengan bujuk rayu bahwa akan dinikahi dengan mahar 10 mayam emas dan uang tunai sejumlah 10 juta rupiah. Aksi bejat tersebut akhirnya diketahui oleh ibu korban.

Ibu korban kehilangan korban dari rumahnya, kemudian keluarga korban dan masyarakat setempat mencari keberadaan korban lalu mereka ditemukan di kebun coklat yang tidak jauh dari rumah korban, Saat itu korban mengakui perbuatan tersangka yang harus menuruti nafsu tersangka ditempat itu dengan kejadian yang berulang sebanyak 10 kali, bebernya kasat Reskrim.

BACA..  Kapolda Aceh Ajak Wartawan Perbanyak Berita Positif Tentang Aceh

Tambah kasat, kemudian ibu korban selaku pelapor membawa pulang korban dengan kondisi yang trauma dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Utara.

Selanjutnya, jelasnya lagi Kasatreskrim polres Aceh Utara terhadap kasus tindak pidana yang dilakukan oleh FL, pemerasan disertai ancaman yang didahului dengan persetubuhan yang terjadi di kecamatan yang sama (Cot Girek) namun di lokasi dan waktu yang berbeda.

FL, ditangkap melalui laporan dari kakak kandung korban SD (28) karena melakukan tindakan pidana pemerasan disertai ancaman yang didahului dengan persetubuhan dengan Korban Um (19) dan dikenakan pasal 285 Jo pasal 368 Jo pasal 369 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 12 tahun.

“Kasus tindak pidana ini terjadi pada bulan Januari 2021 yang bermula saat Tersangka FL yang sedang bekerja Di TKP meminta korban UM untuk membawakan makanan,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, setelah menelpon korban, tersangka menyembunyikan Hp tersangka dalam keadaan merekam video, setibanya korban sampai di TKP, tersangka memberikan segelas air minum kepada korban dan setelah korban meminum air tersebut, korban tidak sadarkan diri.

BACA..  Samsat Drive Thru Segera Dibangun di Aceh

“Tersangka langsung menyetubuhi korban dalam keadaan video merekam aksi tersebut,” terangnya kasat.

Setelahnya sadar dalam 2 jam, tersangka menyuruh korban untuk pulang, setelah korban pulang dan tersangka berhasil merekam video tersebut, tersangka memberitahukan rekaman tersebut dan melakukan pemerasaan terhadap korban dengan meminta uang dan dilakukan sebanyak 2 kali dengan jumlah keseluruhan senilai Rp. 3.300.000, Sebut Iptu Noca Tryananto.

Tersangka kembali mengancam korban apabila tidak menuruti nafsunya, video akan disebarkan, dengan merasa takut, akhirnya korban menuruti permintaan tersangka, dan pemerkosaan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali. Tak terima dinodai, esok harinya korban melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya kepada keluarga (kakak selaku pelapor) yang selanjutnya dibuat laporan polisi,” pungkasnya kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto.(*).

Laporan : Sayed Panton