IPELMAJA: Segudang ‘PR’ Menanti PJ Bupati Aceh Jaya Kedepan

oleh -41 views

Calang (AD)- Aceh Jaya masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang belum dituntaskan. Oleh karena itu, PR ini akan menjadi tugas besar bagi PJ Bupati dalam memimpin Kabupaten Aceh Jaya 2,5 tahun kedepan sebelum terlaksananya kontestasi politik 2024 nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Kaderisasi Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (PB IPELMAJA) Ilham, melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Selasa 28 Juni 2022.

Menurut Ilham, tidak lama lagi masa kepemimpinan Bupati Aceh Jaya akan habis berdasarkan daftar kabupaten/kota yang berakhir masa jabatan di tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Ditjen Otda Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).

“Jabatan Bupati Aceh Jaya berakhir pada tanggal 18 Juli 2022 dan akan di PJ kan ke salah satu dari 3 (tiga) nama yang diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya,” ungkap Ilham.

BACA..  Sukses Melaksanakan Upacara 17 Agustus 2022 Wali Kota Sabang Apresiasi Peringatan HUT RI Ke-77

Berbagai problematika kebijakan terlihat pada sektor Ekonomi, Implementasi Syari’at Islam dan Infrastruktur yang tangguh dan informatif, sebagaimana yang dirangkum dalam visi- misi Bupati dan Wakil Bupati pada saat Kampanye 2017 silam yang mencita-citakan Aceh Jaya sebagai Gerbang Raja yang mandiri.

Salah satunya, sebut Ilham, slogan infrasturktur tangguh yang tercantum pada visi-misi seolah-olah hanya goresan hitam diatas putih yang minim akan realisasi. Bahkan menurutnya, program yang dicanangkan soal infrastruktur tersebut hanya menghabiskan anggaran puluhan milyar yang pada akhirnya terbengkalai setelahnya.

“Kami mengamati beberapa bukti fisik yang terlihat soal pembangunan infrastruktur yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satu contoh yakni Pembangunan Rumah Sakit Umum Teuku Umar (RSUTU) Aceh Jaya yang terlihat pada plafon dan dindingnya terlihat runtuh dan bocor, bahkan juga mengalami keretakan,” ungkap Ilham.

Jadi, kata Ilham, tentunya ini menjadi PR besar untuk PJ Bupati kedepan agar kedepannya bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Aceh Jaya.

“Saat ini mungkin jabatan 2,5 tahun itu adalah waktu yang singkat untuk menyelesaikan masalah yang sangat banyak, tetapi setidaknya ada tinta emas yang dapat diukir oleh siapapun yang nantinya didapuk menjadi PJ atau orang nomor satu di Kabupaten Aceh Jaya,” tuturnya.

Berangkat dari masa jabatan yang singkat ini tentunya PJ kedepannya haruslah orang yang mengerti persoalan dan mempunyai gebrakan-gebrakan baru supaya bisa mengatasi masalah yabg ada dalam kurun waktu 2,5 tahun kedepan.

PJ Bupati Aceh jaya diharapkan adalah orang terpilih dan mampu memahami permasalahan dan kondisi identitas di Aceh Jaya. Selain itu juga harus mengatasi permasalahan yang ada. Aceh Jaya merupakan salah satu daerah yang sangat strategis juga memiliki potensial baik dalam pengembangan daratan maupun lautan.

BACA..  Ketua Komisi I: Jangan ada Manipulasi Data Tenaga Honorer

“Maka dari itu, PJ Bupati kedepan memiliki tugas yang besar untuk membawa Aceh Jaya menuju kearah yang lebih baik,” harapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan terkait pengusulan PJ Bupati oleh DPRK Aceh Jaya agar tidak ada yang namanya kepentingan oknum tertentu, karena kami menginginkan PJ kedepan adalah orang yang ekspert di bidang pemerintahan dan indepeden dalam mengambil kebijakan tanpa mementingkan kepentingan diri maupun kelompoknya.

“Semoga PJ Bupati nantinya adalah orang yang betul-betul ikhlas demi memajukan Aceh Jaya demi kepentingan bersama. Kita harus bisa bersatu dan tidak ada lagi yang namanya kami dan kalian, yang ada hanya satu kata, Kita, Kita dan Kita,” pungkas Ilham. (*)