Poen Che’k : Gagasan Referendum Jangan Hanya Sekedar Sensasi dan Argumentasi Semata

oleh -116 views

Banda Aceh (ADC)- Pemuda Barat Selatan Aceh Nasri Saputra, menyatakan sangat setuju dan sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh mantan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Aceh lebih baik mengikuti jejak Timor Leste yaitu, “Referendum Solution”.

“Asalkan gagasan yang terkesan bias itu, bisa dibuktikan dengan data akurat beserta penjabarannya dan dapat diterima logika, sesuai dengan aspek aspek hukum (peraturan) internasional dan nasioanal atas perdamaian dunia dan perlindungan hak warga sipil,” ungkap Nasri Saputra yang juga akrab disapa Poen Che’k via WhatsApp kepada media ini, Selasa 28 Mei 2019.

Pemuda yang pernah ikut bergabung dalam Tim Pemekaran Aceh Barat Selatan (ABAS) dan Aceh Lauser Antara (ALA), juga ikut berorasi di acara Manifesto Politik Pemuda ALA- ABAS yang berlangsung di Lapangan Teuku Umar Ujoeng Kareung Meulaboh Minggu 7 Februari 2016 lalu, ia berpendapat, gagasan Referendum Aceh adalah relefan.

“Kita berharap, pusat jangan menanggapi hal tersebut dengan tendensius dan sinis, akan tetapi hargai sebagai bagian daripada penyampaian pendapat yang dijamin oleh UU RI Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Dengan menimbang, bahwa kemerdekan menyampaikan pendapat di muka umum, adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin UUD 1945 dan deklarasi universal hak hak asasi manusia. Jadi jangan dianggap hal itu adalah Makar,” sebut Poen Che’k.

Gagasan Aceh Teudong Ateuh Gaki Droe (berdiri diatas kaki sendiri) apakah sudah dipertimbangkan dan diputuskan dengan sematang matangnya ??. Serta, sudah sejauh mana kita mempersiapkan ketersediaan sumber daya manusia.

Selain itu, kita juga jangan hanya sekedar mengeluarkan gagasan saja, dan kita juga tidak hanya sekedar membuat sensasi semata. Namun semua itu, butuh kajian, analisis, dan riset yang autentik oleh profesional dan pakar, serta pendapat dari semua pihak termasuk Jakarta (Indonesia).

BACA..  Grand Opening ASL Law Office Advocate Sekaligus Santuni Anak Yatim

Menurutnya, kita semua tidak ingin ada lagi pertumpahan darah, dan kita semua mencintai kedamaian dan perdamaian. “Kita bercita cita atas sebuah penentuan, biarlah rakyat yang menentukan apa yang terbaik, karena kedaulatan itu ada ditangan rakyat,” pungkas ayah dua anak ini.

“Dirinya menegaskan, bahwa kesetujuannya terhadap apa yang disampaikan oleh Muzakir Manaf, adalah sikap dan pendapat pribadinya,” kata¬†pemuda yang juga pernah terlibat didunia jurnalis, Anggota KNPI Aceh Jaya, Anggota Pemuda Pancasila Aceh Jaya, Anggota PWI Aceh Balai Aceh Jaya, sekarang menjabat Sekretaris DPW Partai Daerah Aceh Kabupaten Aceh Jaya.

“Saya rasa pendapat itu lumrah, tidak perlu ditendesiuskan, tapi perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak dengan mentaati dan mengamalkan pembukaan UDD 1945 “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan,” tandasnya

Lebih lanjut ia juga menambahkan, jajak pendapat harus sesuai dengan perspektif perlindungan warga sipil sebagaimana teramanahkan dalam Konvensi Jenewa IV Tahun 1949.

“Kita semua harus menjungjung tinggi hak asasi manusia dan kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum,” tutup Poen Che’k. (Ahmad Fadil)