Aceh Siap Mengembangkan Food Estate

oleh -184 views
example banner

Laporan | Darwin

JANTHO (AD) – Pemerintah Provinsi Aceh siap mengembangkan program nasional kawasan Food Estate yang akan dikelola oleh korporasi kelembagaan pertanian.

Bahkan direktorat tanaman pangan sudah menyepakati untuk menjadikan koperasi SieBreuh Makmue Beusama, Sibreh, Aceh Besar sebagai model untuk Aceh.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Abdul Hanan, SP, MM, ke atjehdaily.id, Selasa, 27 Oktober 2020. Dalam pertemuan tindak lanjut Koperasi SieBreuh Makmue Beusama dan Distanbun Aceh Besar.

Pertemuan itu dimediasikan, Safrizal, SP, MPA, Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh. Menurutnya, ini sebuah kesempatan besar yang harus disambut baik oleh koperasi SieBreuh dan pemerintah Aceh Besar.

Agar sesegera mungkin menindaklanjutinya dengan menyiapkan segera administrasi dan teknis lapangan lainnya, terutama menguatkan kesiapan penyuluh dan kelompok tani.

“Kita mulai dari kawasan Blang Raya sekitar 2000 hektar, dan kita berharap dalam tiga tahun dapat mencapai 5000 hektar sampai ke Blang Jaro Indrapuri, karena selama ini sudah sukses menjalankan IP-300,” Jelas Hanan

Khususnya bagi koperasi Siebreuh, Hanan berpesan, perlu kuatkan manajemen kelembagaan, menyiapkan petani dan kelompoknya agar pola pikir dari bantuan dapat berubah menjadi mandiri dan mampu mengembangkan bisnis yang mandiri di masa depan.

Sedangkan, Jakfar, Kadistanbun Aceh Besar, menegaskan kesiapannya dan dukungan penuh agar rencana pengembangan Food Estate dapat berlangsung dengan sukses di Aceh Besar.

“Bahkan kita pun dapat memperluas areal kerjanya sampai keseluruhan persawahan Aceh Besar, tentunya melibatkan poktan maupun koperasi tani yang sudah terbentuk selama ini,” ungkap  Jakfar.

Lalu Habiburrahman S.TP, M.Sc, Kasie Benih dan Perlindungan Tanaman Pangan dalam presentasinya menyampaikan, manfaat yang didapatkan dari pengembangan kawasan Food Estate ini dapat membuka peluang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan ekspor.

Kawasan Blang Raya, meliputi Sukamakmur, Simpanh tiga dan Ingin Jaya memiliki luas yang cukup untuk kita mulai, dan bahkan 2-3 tahun harus bisa diperluas sampai kekecamatan lainnya.

Tentunya, kita juga dekat dengan pelabuhan jika langkah ekspor dilakukan di masa depan,“ tegasnya

Perwakilan koperasi Siebreuh, Juanda Djamal, penggagas konsep pengembangan kawasan sentra SieBreuh dan pendiri koperasi Siebreuh, mengungkapkan, sasaran program tersebut adalah untuk menciptakan kemandirian petani, serta memastikan nilai tambah melalui konsep itu.

“Jadi, kegiatan yang kita lakukan meliputi, penangkaran benih padi dan hortikultura, peningkatan hasil produksi, dan pengolahan paska panen, termasuk kita ingin memadukan pertanian padi dengan peternakan, sehingga bisa kita wujudkan zero waste,” pungkasnya. (*)