Usai Makan Kari Kambing Bersama Mualem, Ini Pernyataan Tokoh Yahudi AS

oleh -72 views
Suasana makan siang antara rombongan Muzakir Manaf bersama rombongan Rabbi Yahudi Rabbi AS David N. Saperstein di RM Hasan 2, Krueng Cut, Aceh Besar, Selasa (25/10). Foto: BNC
Suasana makan siang antara rombongan Muzakir Manaf bersama rombongan Rabbi Yahudi Rabbi AS David N. Saperstein di RM Hasan 2, Krueng Cut, Aceh Besar, Selasa (25/10). Foto: BNC

BANDA ACEH | AP-Ketum Partai Aceh Muzakir Manaf menjamu Tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein dan rombongan dengan makan siang bersama di Rumah Makan Hasan 2, Krueng Cut, Baitussalam, Aceh Besar, Selasa 25 Oktober 2016 siang. Dalam jamuan itu, Rabbi David N. Saperstein Cs disuguhi dengan menu makanan ciri khas Aceh, kari kambing alias ‘Bu Sie Kameng’.

Pantauan Bongkarnews.com, terlihat suasana akrab dan saling lempar senyum saat rombongan Muzakir Manaf dan  Rabbi David N. Saperstein Cs menyantap hidangan yang sangat disukai masyarakat umum di Aceh.

Usai ‘Pajoeh Sie Kameng’ bersama Mualem Cs, Dubes AS untuk Kebebasan Beragama Internasional itu menegaskan bahwa kehadirannya ke Aceh khusus membahas persoalan agama terutama syariat Islam bukan persoalan politik.

“Supaya klir dan tidak ada yang bertanya-tanya, Amerika Serikat mengenai pilkada ini kita betul-betul netral dan kita tidak boleh memihak dan  tidak pernah mengambil dari sisi siapapun, hanya mendukung proses demokrasi yang ada di Indonesia, bahwa hari ini (kedatangan) kebetulan saja bertepatan dengan proses tahapan pilkada di Aceh,” ujar Tokoh Yahudi itu melalui penerjemah.

Kemudian lanjutnya, posisi pertemuan dengan Muzakir Manaf di rumah makan mewah itu dalam posisi Wakil Gubernur Aceh, bukan ketua Partai Aceh apalagi sebagai calon gubernur Aceh.

“Hari ini pertemuan kita dengan Muzakir Manaf dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Aceh, yang mana kita juga selama kunjungan di Aceh dan juga bertemu begitu banyaknya inti-inti pemerintah, nanti malam juga akan ketemu dengan Bapak Dr. Zaini Abdullah (Gubernur Aceh) begitu juga kepala Dinas Syariat Islam dan juga akan mempelajari kebebasan beragama yang ada di Aceh ini dan berdiskusi dengan elemen pemerintah,” ujar rabbi Yahudi itu memperjelas. [BNC]