Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

TMP Aceh: Penegakan Hukum di Kota Subulussalam Masih Rendah

oleh

Banda Aceh (AD)- Penegakan hukum di Kota yang telah berdiri sejak tahun 2007 lalu terkesan masih rendah dalam bidang penindakan hukum bagi para koruptor.

“Hal itu terbukti, hingga sampai saat ini masih banyak kasus korupsi yang terbengkalai di daerah negeri Syekh Hamzah Fansuri,” kata Wakil Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Aceh, Hasbi Bancin, Selasa 27 Juli 2021 di Banda Aceh.

Menurut Hasbi, kasus dugaan korupsi yang belum menemukan titik terang hingga sampai saat ini adalah, Bantuan sosial (Bansos) dan Refocusing. Walaupun telah di demo berkali-kali oleh berbagai LSM hingga mahasiswa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Subulussalam. Namun hasilnya tetap nihil.

“Pihaknya mempertanyakan, apakah kasus hukum di Kota Subulussalam masih begini saja tanpa adanya tindakan nyata dari pihak Kejari itu sendiri,” tanya Wakil Ketua Umum TMP Aceh.

Pihak Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam terkesan diam seribu bahasa tanpa ada tindakan baik untuk mencegah dan menangkap para pelaku koruptor.

“Kejari Subussalam terkesan diam seribu bahasa tanpa ada upaya pencegahan dan menangkap para pelaku koruptor,” ujar Wakil Ketua Umum TMP Aceh ini.

BACA..  Ini Kata Dandim 0117 Aceh Tamiang; Tidak Ada Toleransi Bagi Prajurit TNI yang Terlibat Judi

Ia mengungkapkan, saat ini masyarakat menilai penegakan hukum seperti mati suri. Bahkan masyarakat tidak lagi percaya dengan cara penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam.

Pihaknya merasa heran, ditengah situasi Pandemi Covid -19, seharusnya pihak penegak hukum dari Kejaksaan Negeri Subulussalam lebih aktif menangani kasus dugaan korupsi dana yang akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi ini.

“Tapi kenyataannya malah berbanding terbalik. Masyarakat sudah susah jangan dibuat susah lagi oleh para penjahat uang negara,” sebutnya.

Belum lagi kata Hasbi, hari ini beberapa spanduk terkait adanya permainan di tubuh Pokja Kota Subulussalam bertebaran di Pemko Subulussalam.

BACA..  Kapolsek Kota Kualasimpang Bagi Sembako Kepada Warga

“Itu pertanda, korupsi di Kota Subulussalam masih merajalela dan terkesan di diamkan,” tegas Hasbi.

Selain itu, ia mengungkapkan, masyarakat hari ini bertanya. Apa yang dimaksud dalam spanduk yang bertuliskan Pick Up 2,7 Ton dan tuannya.

“Jadi sudah selayaknya pihak penegak hukum mengusut tuntas Tim Pokja dan para tuannya. Karena perbuatan tersebut telah banyak merugikan masyarakat,” ujar Hasbi Bancin.

Kita doakan saja, semoga para penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri Kota Subulussalam mendapatkan hidayah dari Allah SWT. (*)