Akibat Tidak Disiram, Masyarakat Makan Debu di Proyek Balohan Sabang

oleh -90 views

Sabang (ADC)- Jalan yang melintasi kawasan proyek pembangunan dermaga balohan sabang, kondisinya sangat berdebu. Hal itu dikarenakan, pihak pelaksana proyek tidak melakukan penyiraman agar debu tidak berterbangan kemana mana.

“Akibatnya, masyarakat yang melintas di jalan kawasan proyek raksasa dermaga balohan sabang, harus makan debu.”

Padahal, masyarakat sabang selalu melintas di kawasan itu dari pagi hingga sore hari, baik itu disaat pergi maupun pulang dari beraktivitas sehari hari.

Namun debu dari proyek ini, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sabang saja, tapi turut juga dirasakan para pengguna jasa penyeberangan dermaga Balohan Sabang. Karena sudah pasti mereka akan melintasi kawasan proyek yang bernilai Rp.221 miliyar tersebut.

Salah seorang pengguna jasa penyeberangan kepada media ini, Minggu 26 Mei 2019 di dermaga Balohan Sabang mengatakan, seharusnya pihak pelaksana proyek, tidak membiarkan debu beterbangan sehingga dapat membahayakan pengguna jalan dan kesehatan manusia.

“Seharusnya pihak pelaksana pekerjaan proyek tersebut, harus tau, bahwa debu akibat pekerjaan ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Maka perlu adanya upaya untuk mengantisipasinya dengan disiram. Bukan malah di biarkan debu itu beterbangan,” ujar Maimun.

Selain itu, Maimun juga mengatakan, proyek sebesar itu dengan menggunakan alat berat yang begitu besar, sudah seharusnya dilengkapi dengan peralatan yang mampu menyedot debu, sehingga tidak menjadi penyàkit bagi masyarakat yang melintas di kawasan itu.

BACA..  DPO Kasus Narkotika Diciduk Satresnarkoba Polresta Banda Aceh

“Lihat saja disekeliling loket penjual tiket kapal cepat, debu begitu tebal dan katika angin meniup debu pun beterbangan, sehingga membuat semua orang yang berada disitu menghirup debunya,” ungkap Maimun.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang Muhammad Nasir, yang melihat langsung kelapangan mengatakan, banyaknya debu pada proyek yang dikerjakan oleh PT. Cemerlang Samudra Kontrindo, dia berjanji akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

“Ini kan sebagai lokasi pelayanan publlik, jadi tidak boleh debu seperti ini. Dampaknya akan berbahaya bagi manusia terutama anak anak balita. Nanti akan saya beritahu pimpinan BPKS” kata Ketua ĎPRK Sabang ini.

Pihak pimpinan proyek dilapangan dari PT. Cemerlang Samudra Kontrindo, sulit dikonfirmasi oleh media ini, apalagi untuk ditemui. Ada kesan pihak perusahaan tersebut anti wartawan. (Jalal)