Bangun Kota Sabang, Wali Kota Ajak Semua Pihak Menjaga BPKS

oleh -107 views

Sabang (ADC)- Wali Kota Sabang Nazaruddin, S.I.Kom, mengajak berbagai pihak untuk sama-sama menjaga Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) agar tetap eksis untuk mengembangan Sabang.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sabang, saat membuka Festival Sabang Marine 2019, yang berlangsung di Pelabuhan CT 1 BPKS, Jum’at 26 April 2019.

Nazaruddin mengatakan, BPKS tidak dimiliki oleh Kabupaten/Kota yang lain, ini perlu sama-sama kita menjaganya. Pengertian sama-sama menjaga BPKS sebagaimana yang dimaksudkan oleh Walikota adalah, perlu di syukuri secara bersama sama, bahwa kehadiran BPKS ini telah membawa arti bagi pengembangan Kota Sabang itu sendiri.

“Perlu sama-sama kita syukuri atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT, apabila nikmat ini tidak kita syukuri, maka nikmat ini akan dicabut kembali.”

“Kita sudah banyak pengalaman pengalaman semasa kecil kita dulu, dimana Sabang pernah jaya di masa free port. Karena tidak ada syukur secara bersama sama, maka dicabut kembali oleh Allah SWT,” ujar Nazaruddin yang juga anggota Dewan Kawasan Sabang.

Oleh karena itu, BPKS yang merupakan Badan Negara yang memiliki peran sebagai pengembangan kawasan di Kota Sabang dan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, merupakan aset yang perlu kita jaga bersama.

“Jadi saya fikir, ini suatu aset yang paling besar dengan hadirnya BPKS. Mungkin kami selaku Pemko Sabang tidak akan mampu membawa kesejahteraan yang sifatnya instan kepada masyarakat tanpa di dukung oleh pihak-pihak yang lain dalam hal ini BPKS,” pungkas Wali Kota.

BACA..  UNICEF Apresiasi Pemko Sabang Berhasil Tangani Malnutrisi dan Stunting

Namun dari semua itu, dirinya berharap, agar BPKS dapat singkronisasikan hal yang luar biasa untuk memajukan Sabang, salah satunya adalah di bidang Pariwisata.

Selain itu, kita juga selalu mengatakan, bahwa Sabang memiliki potensi yang sangat bagus yang begini dan yang begitu semua orang sudah tau.

“Tapi kita coba bekerjasama dengan BPKS, dengan membuka objek objek wisata baru, seperti. Wisata Religi, Wisata Sejarah dan Wisata lainnya. Saya pikir, kita perlu bersinergi berjalan bersama,” sebut Nazaruddin.

Meski demikian, tentunya dalam pengembangan wisata, tidak boleh lepas dari adat dan budaya. Ini harus disepakati secara bersama dan menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya.

Ia juga menambahkan, harus kita sepakati bersama, mana daerah yang di bolehkan, dan mana daerah yang tidak di bolehkan. Mari sama sama kita coba buat aturan untuk kawasan-kawasan wisata itu sendiri yang seseuai dengan tempatnya,” tutup Nazaruddin. (Jalal)