Pemerintah Bangun 8.342 RLH di Seluruh Aceh

oleh -86 views

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (AD) – Pemerintah Aceh fokus membangun 8.342 unit Rumah Layak Huni (RLH) diseluruh Kabupaten Kota di Aceh.

RLH itu diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Sebaliknya, program itu dipandang sangat efektif mengurangi angka kemiskinan dan memeratakan kesejahteraan di provinsi paling barat wilayah Indonesia.

Demikian penegasan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, T. Mirzuan, pada atjehdaily.id di Banda Aceh, Senin, 26 Oktober 2020.

BACA..  Bupati Dampingi Gubernur Resmikan Masjid Jamik Nurul Hasanah Kota Palu

Kebijakan serupa juga dilakukan Pemerintah Aceh ditahun 2021, akan membangun 4.300 Unit RLH, “Saya berpikir, sebanyak 4.042 yang dibangun pada anggaran 2020 bisa selesai tepat waktu. Dan masuk ke tahap selanjutnya sebanyak 4.300 Unit RLH juga harus tepat waktu, dalam pengerjaannya,” jelas Mirzuan.

Pekan lalu, Mirzuan bersama Kepala Biro Humas dan Protokol datang mewakili Plt Gubernur untuk menyerahkan secara simbolis kepada penerima di Pidie, Pidie Jaya dan Bireun,” kata Mirzuan.

Di Pidie, sebanyak 381 masyarakat mendapatkan rumah, di Pidie Jaya pembangunan dilaksanakan sebanyak 80 unit dan 460 penerima berada di Kabupaten Bireuen.

BACA..  Kampung Baleng Karang Terisolir

Mirzuan berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah tersebut bisa memanfaatkannya dengan baik. “Mereka tak harus memikirkan lagi pembangunan rumah, tinggal fokus cari rezeki buat keluarga,” kata dia.

“Alhamdulillah sekali. Terima kasih sudah memberikan tempat yang layak untuk kami,” kata Nuraini,” salah seorang penerima manfaat dari Gampong Musa Teungoh, Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya.

BACA..  Bupati Dampingi Gubernur Resmikan Masjid Jamik Nurul Hasanah Kota Palu

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menyebutkan pembangunan rumah layak huni merupakan salah satu program prioritas pemerintah Aceh dengan tujuan menyejahterakan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. “Program Aceh Seuniya untuk memberikan tempat layak bagi masyarakat kurang mampu,” kata Iswanto mengakhiri. (*)