Masuk Zona Merah Mursil Larang Hajatan Pesta

oleh -122 views
example banner

Laporan | Syawaluddin

KUALASIMPANG (AD) – Dari data Satgas Covid, kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Duduki angka tertinggi di provinsi Aceh kasus terkonfirmasi positif Covid 19, sebanyak 262 orang.

Hari ini, status Aceh Tamiang masuk dalam daftar Kabupaten Zona Merah, posisi Kabupaten yang terletak diujung timur provinsi Aceh, berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara, adalah wilayah keluar masuk dari dan keluar Aceh.

Kumpulan massa, di cafe, coffee, pasar dan hajatan pesta, sudah tak terbendung lagi. Meski gubernur sudah membatasi untuk hajatan pesta hanya 50 orang sekali datang dalam edarannya seperti tak digubris.

Malah sebaliknya tidak efektif dan semakin tak terkendali, masyarakat apatis terhadap ajakan dan larang itu.

“Saya tegaskan, khusus untuk hajatan pesta, untuk sementara saya nyatakan stop, sebab pengumpulan masa pada hajatan pesta bisa ratusan bahkan ribuan orang tamu undangannya. Ini rentan terhadap terpapar Covid,” Tegas Mursil, bupati Aceh Tamiang pada atjehdaily.id, Senin, 26 Oktober 2020 di Kualasimpang.

Dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Covid-19 Aceh Tamiang kembali Mursil menegaskan secara lugas dan tegas Ia sampaikan langkah-langkah dalam mengurangi dampak penularan Covid-19 harus segera dilakukan.

BACA..  Hebat...!!! Opini WTP ke-8 Untuk Sabang Secara Beruntun

Sebab, Aceh Tamiang merupakan wilayah yang sangat rawan dan riskan dalam penyebarannya. “Saat ini, kita bukan lagi membahas dari satu sektor saja, kita harus berbicara dari berbagai sektor sebagai imbas dari Covid-19”, kata Mursil.

Hari ini yang dirisaukan, adalah kumpulan dan kerumunan orang yang tidak terkendali seperti di hajatan Pesta.

BACA..  HUT Kodam IM ke-64, Koramil 01 Kota Kualasimpang Lakukan Rapid Test

Sekarang, orang seperti merasa tidak ada lagi Covid, pesta Hajatan dilaksanakan masyarakat di Aceh Tamiang sudah sangat tidak terkendali.

Kata Mursil, ini tidak bisa dilakukan lagi. Langkah dan tindakan harus diambil dengan rencana memberhentikan sementara pelaksanaan Hajatan Pesta selama Aceh Tamiang masih dalam Kondisi Zona Merah.

Selain membahas pelaksanaan Protokol Kesehatan Pesta Hajatan, Protokol Kesehatan di Masjid juga dibahas dalam Rakor ini. Bupati Mursil mengatakan Protokol Kesehatan di Masjid juga harus dilakukan dengan jaga jarak.

“Di Tamiang sudah membentuk klaster tersendiri akibat dari melonjaknya kasus Covid-19, Kalau ditanya ke Saya, Hati Nurani Saya sebenarnya tidak mau jika ibadah di Masjid pun kita harus menjaga jarak, namun mengingat kondisi Aceh Tamiang yang sudah sangat mengkhawatirkan akibat wabah Covid-19, Saya selaku Kepala Daerah harus melaksanakan kebijakan tersebut”, sebut Mursil.

BACA..  Bongkar dan Usut Tuntas Indikasi Permainan di DKP Aceh

Bupati Mursil juga menyampaikan pengamatannya terhadap tingkat kesadaran masyarakat. Ia ungkapkan bahwa selama telah dilaksanakan Operasi Yustisi dalam sehari 2 (dua) kali kesadaran masyarakat meningkat, hal ini jelas terlihat dari masyarakat yang sudah patuh dalam menggunakan masker.

Bupati merincikan langkah yang dilakukan yaitu, menyiapkan surat edaran yang merujuk pada Inpres, Pergub dan Perbup tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan tentang permberhentian sementara pelaksanaan Pesta Hajatan selama kondisi Tamiang dalam zona merah, menyiapkan surat edaran tentang Protokol Kesehatan di Masjid dan surat edaran kepada pemilik kafe dan warung makan agar melaksanakan Protokol Kesehatan. (*)