Pedagang PKL Tempati Lokasi Baru Kota Panton Labu Bebas Macet

oleh -135 views

Lhoksukon ( ADC ) Seratusan Pedagang Kaki Lima ( PKL ) Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara sudah mendapatakan tempat jualan baru. Lokasi tempat baru tersebut terleyak di bekas pabrik penggilangan padi milik keluarga salah seorang tokoh masyarakat setempat H.T.Tamrin.

Ketua haria pasar Panton Labu T.Hamdani, kepada media ini menyebutkan, bahwa kondisi pasar Panton Labu sempat mengalami semrautan selama beberapa waktu lalu yang diakibatkan oleh ramainya jumlah pedagang dan sempitnya lokasi pasar, sehingga sempat mempengaruhi bagi aktifitas lalulintas jalan.

Namun, sejak sekarang kondisi tersebut sudah dapag ditangani. Berkat bantuan semua pihak dan kepatuhan para pedagang sendiri yang rela ditempatkan dilokasi baru sebagai tempat menggais rezeki para pedagang di pasar Panton Labu.

“Seluruh pedagang setuju menempatkan lokasi baru sudah beraktifitas sebagaimana biasanya,” kata Hamdani, yang ditemui dilokasi pasar Baru Panton Labu Aceh Utara, Kamis, 25 Oktober 2018.

Lebih lanjut kata Hamdani, dengan adanya tempat baru, pedagang akan lebih tertata dengan rapi. Kecuali lokasi kepada para pedagang biasa, pasar baru tersebut juga tersedia untuk lokasi untuk para pedagang mingguan yang datang menjajakan barang dagangannya setiap hari pasar di gelar di Panton Labu.

Tidak cuma itu, pasar baru tersebut juga akan dilengkapi dengan sejumlah sarana publik seperti, Jalan akses, musalla dan MCK, sehingga pengunjung dengan mudah melalu keluar masuk dan tidak perlu mencari tandan saat kebelet serta tempat ibadah saat waktu salat tiba, seluruhnya sudah tersedia.

” Dalam waktu dekat ini kita juga akan membangun Musalla dan MCK, sehingga para pengunjung dan pedagan lebih nyaman,” demikian papar Hamdani.

BACA..  Polda Aceh Gagalkan Peredaran 133 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Hamdani mengarapkan kepada seluruh pedagang yang ada untuk dapat menjaga lokasi tersebut dan sarana prasarana yang ada dengan baik, sembari meminta perhatian pemerintah setempat untuk dapat mendukung kebutuhan fasilitas yang saat ini masih dirasa kurang, sehingga perkembangan pasar rakyat itu lebih baik kedepan.

“Kita harap para pedagang dan pengunjung menaati aturan yang ada, dan kepada pemerintah dapat mendukung sarana yang saat ini masih sangat dibutuhkan,” kata Hamdani, sembari menunjuki lokasi perbatasan Aceh timur dengan Aceh Utara yang dihalangi oleh Alur kecil tanpa jembatan permanen. (red/@yed).