Nasib Tenaga Honor Abes Seumpama Buah Simalakama

oleh -108 views
Suasana pelayanan di Puskesmas Kuta Cot Glie, yang direkam Rabu, 26, Juni 2019. Foto: Mukhlisin.

Jantho (ADC) Dibuang Sayang, dipertahankan juga perlu banyak pertimbangan. Begitu ungkapan kepala puskesmas Kuta Cotglie, Kabupaten Aceh Besar, Burhanuddin, kepada media ini Rabu, 26 Juni 2019, di Kuta Cot Glie.

Pasalnya sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah tenaga honorer yang bertugas di Puskesmas Kuta Cot Glie, belum pernah mendapatkan imbalan yang bersumber dari APBK Aceh Besar. Untuk menanggulangi keluhan tersebut, para pegawai di Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat kecamatan Kuta Cot Glie itu, harus mengeruk goceknya setiap bulan.

” Honor mereka kebiasaan kami bayar dengan uang pribadi kami, tidak ada alokasi dana dari Pemerintah,” Kata Burhanuddin.

Lebih lanjut, Buhanuddin menyebutkan, pada dasarnya jumlah tenaga petugas kesehatan berstatus PNS sudah memadai di Puskesmas tersebut, yaitu mencapai 32 orang, namun akibat merasa iba dengan sejumlah generasi Aceh Besar khususnya warga kuta cot Glie yang telah menyelesaikan pendidikan kesehatan di berbagai universitas, dan mengharapkan adanya kesempatan berbakti, maka Burhanuddin mengizinkan mereka (honorer/bakti) untuk membantu di pukesmas tersebut.

BACA..  Vendor Terbaik Asia, TPIsoftware Meraih "Gold Award"

Saat ini sedikitnya ada 22 orang tenaga bakti / honorer itu yang ditempatkan diberbagai poli dan bidang di puskesmas dimaksud, tanpa didukung oleh anggaran operasional puskesmas.

Akibatnya, Burhan mengaku menjadi beban serius terhadap kondisi ini, mengingat setiap bulan harus menguras kocek pribadinya dan 31 staff lainnya yang sudah berstatus PNS. Jumlah pungutan sukarela itu, tergantung jabatan dan posisi serta pangkat para staf di puskesmas tersebut.

BACA..  Prediksi Elche vs Cadiz, Liga Spanyol 05 Desember 2021

“Sumbangan sukarela para kawan kawan disini, tergantung posisi, jabatan dan pangkat, namun semua itu atas dasar niat kepedulian, bukan ada dasar paksaan dari saya,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin berharap, pihak terkait mampu memfasilitasi para putra-putri Aceh Besar yang telah menempuh pendidikan kesehatan untuk dapat diberikan kesempatan, supaya ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dan berguna bagi diri mereka sendiri maupun bagi publik.

BACA..  UNICEF Apresiasi Pemko Sabang Berhasil Tangani Malnutrisi dan Stunting

“Kita berharap pihak terkait dapat memberikan solusi terhadap persoalan seperti ini, supaya para generasi Aceh Besar yang telah bersusah payah untuk mendapatkan ilmu kesehatan dapat dimanfaatkan, baik untuk menunjang ekonominya maupun mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” demikian harapnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, persoalan serupa bukan saja terjadi di Puskesmas Kuta Cot Glie, namun sejumlah Puskesmas di Kabupaten Aceh Besar, tapi disinyalir juga terdapat di sejumlah puskesmas lainnya yang ada di kabupaten tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, media ini belum mendapat tanggapan dari dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, hingga berita ini diturun. (Mukhlisin)