Terancam Hukuman Pidana, Mantan Sekum DPM Unimal Buat Surat Permintaan Maaf

oleh -301 views

Lhokseumawe (ADC)- Mantan Sekretaris umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Malikussaleh, Zia Ur Rachman yang memalsukan tanda tangan Ketua Umum DPM Musliadi Salidan, menulis surat permintaan maaf yang dikirimnya untuk Musliadi.

Surat permintaan maaf itu ditulis langsung oleh tersangka di selembar kertas dengan meterai yang dibubuhi tanda tangannya.

“Dalam surat tersebut, Zia berharap, Musliadi sudi memaafkannya. Saya menyesal telah melakukan tindakan tersebut dan berharap ini tidak di perpanjang lagi dan bisa di selesaikan secara kekeluargaan,” ungkap zia melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Minggu 26 Mei 2019.

Sebelumnya diketahui, Zia Ur Rachman telah melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan Ketua umum DPM Unimal pada Proposal kegiatan Musyawarah wilayah (Muswil) Politeknik Lhokseumawe. Proposal Munas FL2MI Undangan Pelantikan Ormawa dan Proposal Buka Puasa Bersama. Atas dasar itu, zia diduga telah melangar pasal 263 ayat 1 KUHP.

Musliadi membenarkan, bahwa dirinya telah menerima surat permohonan maaf yang di maksud tersebut. Serta berharap, agar kasus ini bisa di proses oleh pihak akademik supaya di kemudian hari tidak terulang lagi, namun secara keorganisasian. Kita telah mengambil sikap untuk memberhentikan saudara zia sebagai sekretaris. Karena telah melanggar AD/ART organisasi. 

“Harapan saya, agar tindakan ini tidak ditiru oleh siapapun apalagi di tahap belajar memimpin di wadah organisasi tingkat Perguruan tinggi. Jika dalam kepemimpinan organisasi saja bisa nekat melakukan kejahatan pemalsuan tandatangan, apalagi nanti di dunia pekerjaan,” Pungkas Musliadi.

“Tindakan pemalsuan tandatangan, juga merupakan salah satu perbuatan yang tidak dapat di contohi oleh kita semua. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, serta menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tutup  Ketua umum DPM Unimal ini. (Ahmad Fadil)

BACA..  DWP Kota Sabang Lakukan Gotong Royong di Tugu Kilometer Nol