Serah Kunci Rumdis, Sayid Fadil Pamitan

oleh -122 views

Sabang, AP РMantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) DR Drs Sayid Fadhil,SH,M.Hum, melakukan pamitan dengan seluruh karyawan lembaga yang pernah dipimpinnya itu. Kehadiran Sayid Fadhil ke kantor BPKS selain pamitan dengan karyawan juga sekaligus menyeràhkan kunci rumah dinas yang pernah ditempatinya.

“Benar saya Kamis kemarin datang ke kantor BPKS untuk pamitan sekaligus menyerahkan kunci rumah dinas yang saya tempati selama ini, antara saya dengan karyawan-karyawati BPKS sudah semacam sebuah keluarga jadi, karena saya tidak lagi memimpin maka saya pamit sama mereka”., kata Sayid Fadhil, usai pamitan Kamis (24/01/19) di Sabang.

BACA..  Buka Rapat, Ketua DPRA: Dinamika Dalam Pembahasan Jadi Referensi

Menurut Sayid Fadhil, dirinya tidak ada masalah dengan seluruh karyawan-karyawati BPKS, pejabat termasuk Plt Kepala BPKS yang baru. Maka, saya kapan saja datang ke Sabang akan bertemu dengan kawan-kawan karyawan lembaga itu, Meski pun hanya sebatas ngajak ngopi.

Diakui bahwa, selama delapan bulan memimpin BPKS Sayid Fadhil telah berbuat semampunya namun, kepercayaan dari Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) tidak diperpanjangkan, sehingga dirinya digantikan. Pun begitu hubungan bathin antara dirinya dengan karyawan dan karyawati tidak ada masalah sama sekali.

BACA..  Grand Opening ASL Law Office Advocate Sekaligus Santuni Anak Yatim

Kalau pun ada pihak yang tergeser kedudukan saat dirinya memimpin BPKS, itu merupakan proses dalam sebuah organisasi. Oleh karenanya kedatangan dirinya ke kantor BPKS, itu sebagai semangat persaudaraan yang telah terjalin baik selama ini.

BACA..  Polda Aceh Amankan 100 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

“Kepada kawan-kawan karyawan BPKS semuanya saya mohon pamit sekaligus memohon maaf apanya ada kata tingkah laku dalam menjalankan tugas di manajemen BPKS dengan segala kerendahan hati saya meminta maaaf”., ucap Sayid Fadhil.

Amatan media ini usai pamitan dengan karyawan BPKS, Dosen Hukum senior ini langsung menuju pelabuhan Balohan, melakukan perjalanan selanjutnya yaitu menuju Jakarta. Sayid Fadhil tanpa didampingi isterinya, kecuali ajudannya.(Jalal).