Makamah Syar’iyah Jantho Menyidangkan Tujuh Perkara Jinayat

oleh -25 views

Aceh Besar (AD) – Mahkamah Syar’iyah Jantho, kembali menyidangkan perkara jinayah (pidana Islam), Selasa 25 Mei 2021.Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho Siti Salwa.SHI. M.H melalui Juru Bicaranya Tgk Murtadha LC yang dikonfirmasi oleh media menyatakan bahwa hari ini Mahkamah Syar’iyah Jantho menyidangkan 7 ( tujuh ) perkara Jinayat.

Lanjut Tgk Murtadha, klasifikasi kategori perkara, 2 perkara pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang ada hubungan Mahram yaitu terdakwanya kakek dan ayah kandung, sedangkan dua perkosaan lainnya terhadap anak dibawah umur tidak ada hubungan mahram, dan selanjutnya dua perkara khalwat dan satu pelecehan seksual dalam mobil penumpang umum jenis L 300.

BACA..  Seorang Ibu Bhayangkari Diduga Sedang Mengalami Proses Kriminalisasi

Tgk Murtadha menyampaikan rincian Nomor Perkara diantaranya.
1. 11 / JN / 2021 / Ms – Jth (perkara Pemerkosaan anak dibawah umur ( Terdakwa / Kakek Kandung ) agenda saksi yang meringankan),
2. 12 / JN / 2021 / Ms – Jth ( Perkara Perkosaan Anak dibawah Umur / agenda tuntutan dari JPU ),
3. 13 / JN / 2021 / Ms Jth ( pelecahan Seksual dalam mobil l 300 / Agenda saksi tambahan dari JPU ),
4. 14 / JN / 2021/ MS Jth ( perkara Pemerkosan anak dibawah umur / agenda Tuntutan JPU )
5. 16 / JN / 2021 ( pemerkosaan anak oleh Ayah Kandung ( PNS ) Permintaan di dampingi oleh Penasihat Hukum )
6. 19 / JN / 2021 ( perkara khalwat / Ikhtilat agenda baca dakwaan JPU )
7. 20 / JN / 2021 ( Perkara Khalwat / Ikkhtilat agenda baca dakwaan oleh JPU ).

Tgk Murtadha menambahkan, Untuk perkara Pemerkosaan anak dibawah Umur dengan “Locus Delictie” Maheng – Indrapuri Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar Jaksa Menuntut dengan jumlah 174 Bulan Penjara sebagaiman diatur dalam Pasal 50 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat.

BACA..  Tidak Gunakan Prosedur, Hitung Ulang Bangunan Pasar Pagi Kualasimpang

Sedangkan Perkara Pelecehan Seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh abang sepupu dituntut dengan 90 Bulan Penjara sebagaimana diatur dalam pasal 47 Qanun 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Untuk materi keterangan lebih lanjut, Tgk Murtadha Lc menyarankan untuk berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Besar. Tutup murtdha dibalik selulernya.(Sayed Panton).