Makamah Syar’iyah Adakan Diskusi Hukum di Wilayah I

oleh -48 views

example banner

Jantho (AD) – Mahkamah Syar’iyah Aceh mengadakan diskusi hukum di wilayah I yang meliputi Mahkamah Syar’iyah Jantho, Mahkamah Syar’iyah Sabang, Mahkamah Syar’iyah Sigli Kelas I B dan Mahkamah Syar’iyah Meureudu.

Acara diskusi tersebut diselenggarakan di Hotel Hermes Place Banda Aceh, Kamis (25/3) dengan tema “Implementasi Hukum Jinayat Dalam Melindungi Anak Berhadapan dengan Hukum (Kajian Analisis Aspek Pembuktian dan Penerapan Uqubat)”.

Diskusi hukum tersebut merupakan salah satu agenda kerja Mahkamah Syar’iyah Aceh tahun 2021, yang pada kesempatan ini ditunjuk Mahkamah Syar’iyah Jantho selaku tuan rumah untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

Wakil ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana Diskusi Hukum Wilayah I, Ervy Sukmarwati, S.H.I., M.H., dalam sambutan pembukaan acara menyampaikan bahwa diskusi hukum wilayah 1 ini di ikuti oleh 4 (empat) satuan kerja Mahkamah Syar’iyah tingkat pertama dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari Ketua, Wakil, Hakim, Panitera dan Panitera Muda Jinayat.

“Kuantitas peserta diskusi hukum pada kesempatan ini, harus kami batasi 50 orang, karena mengingat kondisi yang masih pandemi Covid 19, dan dalam pelaksanannya kita terapkan protokol kesehatan yang ketat dan Pemateri yang kami hadirkan adalah Bapak Faisal Mahdi SH MH Ketua Pengadilan Negeri Jantho, dan Prof Syahrizal Abbas MA selaku Intelektual Hukum Islam Dari Fakultas Syariah Kampus Universitas Islam Negeri Ar Raniry,” tutur Ervy pada media Atjehdaily.id lewat rilisnya.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Siti Salwa, S.H.I., M.H. Dalam kata sambutannya menambahkan bahwa tema yang diangkat dalam diskusi hukum kali ini adalah hal yang krusial yang terjadi dalam wilayah I “ Dengan melihat perkembangan perkara jinayat yang ditangani oleh Mahkamah Syar’iyah khususnya yang berada di wilayah I, maka hasil dari diskusi panitia, “kita mengangkat tema ini untuk didiskusikan oleh para hakim, dengan mendengar masukan dari Akademisi dan Praktisi pada lingkungan peradilan umum,” ujar Siti Salwa.

BACA..  Jual Chip Judi Online, Seorang Pemuda di Aceh Besar Ditangkap Polisi

Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh yang diwakili Oleh Wakil Ketua Dr. Drs. Rafiuddin, M.H. menyampaikan bahwa diskusi hukum ini hendaknya melahirkan terobosan dan rekomendasi kepada pihak terkait dan elemen stake holders lainnya dalam upaya penyelesaian perkara jinayat, khususnya yang berkaitan dengan anak yang berhadapan dengan hukum, baik anak sebagai korban, anak sebagai saksi bahkan anak sebagai pelaku.

“Perkembangan perkara jinayat akhir-akhir ini sangat memprihatinkan dan mendapat perhatian dari masyarakat secara holistik, baik yang melibatkan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku,” ucapnya.

Dia berharap diskusi hukum wilayah I ini bisa menghasilkan hal-hal yang konstruktif dalam upaya pembangunan penegakan syariat islam di Aceh.

BACA..  Tiga Pelaku Jual Beli Chip Domino di Pidie Jaya Diringkus Polisi

Acara diskusi hukum wilayah I ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Wakil Bupati Tgk. Husaini A Wahab selaku tuan rumah tempat penyelenggaraan diskusi hukum wilayah I, dalam sambutannya Waled Husaini A Wahab menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini dan tema yang dipilih juga sangat sesuai untuk menjawab kebutuhan dan solusi hukum dalam dinamika kasus saat ini.

“Kami ikut bangga bahwa satker dalam Wilayah Yurisdiksi Kabupaten Aceh Besar bertindak sebagai Event Organizer ( EO ) acara yang sangat urgensi ini, semoga Kedepan persoalan anak bisa kita tangani secara baik, baik itu yang bersifat restoratif justice demi the Best Insteret Of Child / untuk kepentingan terbaik si anak” ujarnya Walet Husaini A Wahab. (Sayed F).