Kapolresta Banda Aceh Potong Senjata Api Rakitan Dari Hasil Kejahatan

oleh -106 views

Laporan | Ahmad Fadil 

Banda Aceh (AD)- Sejumlah barang bukti yang telah disita oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Pengadilan Negeri Banda Aceh, Pengadilan Tinggi Banda Aceh, dan Mahkamah Syariah Banda Aceh serta Mahkamah Agung RI dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2020, telah mumutuskan perkara Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Khusus limpahan perkara dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

example banner

Atas putusan sebagaimana dimaksud telah berkekuatan hukum tetap (Inkrah) sebanyak 234 perkara khusus, maka terhadap barang bukti sitaannya ditetapkan, dirampas untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan Pasal 270 KUHAP.

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan Kejari Banda Aceh Ferdiansyah SH MH mengatakan, barang bukti sitaan tersebut ditetapkan untuk dimusnahkan sesuai dengan ketentuan pasal 270 KUHAP diantaranya 241,67 gram sabu, 2.693,88 gram ganja dan tiga butir pil ekstasi serta peralatan penggunaan narkotika sebanyak 72 pcs.

Selain itu, kata Ferdiansyah, ada juga gula 50 karung, karton bekas 500 kg, timbangan digital 13 unit, kalburator 61 pcs, perangkat power amplifier radio siaran Fin satu unit dan berbagai alat elektronik lainnya.

Kemudian, pihaknya juga menyita satu pucuk Senjata Api Laras pendek rakitan beserta enam butir peluru kaliber 9 mm dan juga senjata tajam lainnya disamping barang-barang tidak dilengkapi dengan cukai atau illegal

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH menuturkan, ini merupakan bagian dari sistem penegakan hukum, pihaknya mengapresiasi kegiatan tersebut.

Harapannya, sinergitas antara Kepolisian, Kejaksaan maupun Pengadilan semakin meningkat selaras dengan Kamtibmas yang kondusif di Banda Aceh.

“Sinergitas antar aparat penegak hukum dan dukungan dari semua elemen masyarakat tentu sangat membantu dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang kondusif khususnya terkait dengan penanganan kejahatan atau tindak pidana lainnya.” ungkap Trisno.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Banda Aceh bersama tamu undangan lainnya turut serta memusnahkan barang bukti baik dengan cara dibakar, dipotong maupun di hancurkan dengan air.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti.

“Saya menugaskan personel dari Sarpras Polresta Banda Aceh membantu petugas Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk pemusnahan amunisi kaliber 9 mm sebanyak enam butir agar dikeluarkan mesiu dari dalam selongsong peluru, ” pungkas Trisno Riyanto. (*)