Kondisi Jalan Ke Seuneubok Lhong Sangat Memprihatinkan

oleh -159 views
example banner

Bireuen (AD) – Kondisi jalan Seneubok Lhong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen dinilai sangat memprihatinkan, menyusul belum diaspalnya jalan tersebut selama hampir dua puluh tahun yang terabaikan dari pembangunan, sehingga sangat diharapkan penanganannya oleh Pemkab Bireuen.

Jalan yang menghubungkan Gampong Blang Reum–Gampong Paloeh Panyang dan Gampong Kuta Muligoe dan tembus ke Gampong Seuneubok Lhong, Kecamatan Jeumpa, sepanjang 2 Km lebih, kondisinya sangat menyesakkan. Malah Gampong penghasil Pisang terbesar di Kabupaten Bireuen, bila terwujut pembanguanannya, bisa tembus pula ke lintasan Pinto Angen, Gampong Cot Meugoe yang pembangunan jalan aspal hot mix sepanjang 1.800 meter, dan mulai dikerjakan tahun ini, dapat menembusi Gampong Bate Raya, Kecamatan Juli. Tentu saja, masyarakat yang mendiami kawasan itu, terutama masyarakat tani, sangat menaruh perahtiannya, mengingat selama puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan. “Sayangnya, di daerah tersebut, tidak didukung infratuktur jalan yang memadai,” uajr Darwis, petani setampat.

Apalagi jalan Seuneubok Lhong merupakan satu-satunya akses jalan ke Ibukota Kecamatan Jeumpa, maupun ke Bireuen. Tidak mengherankan, jika banjir melanda kawasan itu, warganya akan terkendala melewati jalan tersebut terutama anak-anak yang menuju ke sekolahnya mulai tingkat SD sederajat –SLTP sederajat maupun SLTA mengingat tidak ada jalan lainnya untuk bisa menunju ke Bireuen maupun ke sekolah mereka, mengingat di kawasan Gampong Seuneubok Lhong tidak memiliki satu sekolah pun.

“Sudah puluhan tahun nasib warganya luput dari perhatian pejabat terkait, apalagi anggota DPRK Bireuen yang tidak pernah sekalipun mengusulkan kepada Pemkab Bireuen, padahal mereka, terutama mereka dari Dapil Jeumpa-Juli, tentu lebih banyak mengerti tentang nasib mereka yang terpinggirkan. Justru sebaliknya, pura-pura tidak tidak tahu, dengan alasan terbentur Covid 19, yang danannya direfokusing dan berbagai alasan lainnya saat ditanyanyai media.
Jika diingat-ingat dengan jalan lainnya yang mulai dikerjakan tahun ini , justru Jalan Seuneboke Lhong yang paling urgen untuk dibangun, mengingat satu-satunya jalan yang menghubungkan ke Ibu kota kecamatan maupun Kabupaten Bireuen,” ungkap Warga desa setempat, Sulaiman alis Nek Leman dengan nada berang.

BACA..  Kakanwil Kemenag Aceh Launching Madrasah Plus Ketrampilan, ini Yang Disampaikan

Sedangkan tokoh masyarakat Seuneubok Lhong, M Yusuf yang akrap di sapa Touke Arang, mengatakan jalan Seneubik Lhoung sangatnya pernah dikerjakan sekitar 20 tahun lalu, yang kondisi saat ini sudah terkelupas habis, bahagian aspalnya. Padahal jalan tersebut sangat vital dan mendesak bagi warganya, baik yang menjual hasil perkebunan maupun pertanian, terutama komuditi pisang ke Kota Bireuen, maupun anak sekolah yang ingin menuntut ilmu ke Bireuen dan sekitarnya.

Bukan hanya itu lanjutnya, di kawasan dusun Paya Lhok Batee terdapat waduk alami, dan bila digarap dengan baik akan bisa menghadirkan tempat wisata, mengingat selain waduknya yang indah dan alami juga sangat diminati para pemancing mania dari Kota Bireuen dan sekitarnya.

Menurutnya, kondisi Jalan yang seperti itu, yang selama tahun tidak tersentuh pembangunan semakin diperparah kalau musim hujan tiba, yang khususnya membanjiri kawasan Gampong Paloh Panyang dan Kuta Meuligoe, sebagian waga Paloh Panyang, dan Kuta Meuligoe serta warga Seneubok Lhong yang paling merasakan dampaknya, belum lagi para patani yang akan memasarkan hasil pertanian dan hasil kebun, yang terjebak banjir di kawasan itu.

BACA..  Tuntut Realisasi MoU Helsinki, AMM Gelar Aksi Mogok Makan

Menurut Touke Arang yang juga salah seorang Tuha Peut di Seunebok Lhong, jalan tersebut sudah pernah dibahas dalam beberapa kali Musrenbang, namun tidak pernah terealisasi pembangunannya, mengingat saat pembangunan jalan, kerap dialihkan ke daerah lain, tanpa alasan yang jelas, sehingga warganya sangat kecewa. “Sepertinya warga kami selalu dipinggirkan oleh pejabat terkait, sehingga hampir 20 tahun tidak dibangun insfratur jalannya, padahal kebutuhan nya sangat mendesak, terutama bagi mereka yang membawa hasil bumi ke pasar Bireuen,” ujarnya Touke Arang.

Seuneubok Lhong adalah salah satu kawasan pemasok hasil bumi terbesar di Kabupaten Bireuen, seperti Komuniti Pisang maupun sayuran merupakan yang umumnya berasal dari gampong itu. Nama saja Musrembang, pada kenyataannya bagaikan “musyawarah mengabang” mengingat hasilnya yang tidak mengarah dan selalu mengambang terutama bagi mereka yang punya kepantingan,” urai Touke Arang seraya mengatakan sudah capek mendengar janji-janji petualang politik di DPRA maupun di DPRK se masa kampanye lalu yang mengatakan akan dikerjakan dengan dana aspirasi dewan, seperti rencana dana aspirasi anggota DPRA fraksi PA waktu itu, yang menjanjikan pembangunan jalan dimaksud, yang ternyata hanya janji belaka, sampai kemudian yang bersangkutan habis masa jabatan sebagai anggota di DPRA dan kemudian gagal menjadi angota DPR-RI.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A gani, SH , M.Si yang ditanyai media ini, Rabu (21/10), tentang kebutuhan masyarakat akan jalan Seuneuboek Lhong, mengaku akan menyahuti keinginan warga di sana, namun berharap masyarakat untuk bersabar dulu, mengingat tahun ini, adanya rekofusing dana Covid 19 yang tidak terelakkan. Artinya yang sangat mendesak bagi masyarakat teruma kaum tani, dan anak –anakan sekolah, Pemkab Bireuen pasti memperhatikan yang memang menjadi kebutuhan masyarakat itu sendiri, ternasuk banyak program pemkab itu sendiri, seperti pengadaan sepmor bagi bides yang bertugas di desa –desa terpencil, maupun program yang pro rakyat, tentu menjadi prioritas Pemkab Bireuen.

BACA..  Aminullah Usman Serahkan Rumah "Pro Bergemilang" Untuk Yusnidar

Untuk itu, jalan tersebut, pihaknya berjanji akan menyelesaikan secara bertahap, yang Insyaallah tahun 2021 akan terealisir sebagiannya, yang diharapkan pada tahun mendatang akan bisa dirampungkan seluruhnya. “Untuk tahun ini, bersabarlah, mengingat refokusing dana covid 19 tidak terelakkan tahun ini, maka banyak pembangunan yang terkendala penanganannnya, mudah-mudahan corona virus cepat berakhir sehingga kita dapat melakukan pembangunan seperti diharapkan masyarakat,” pinta Bupati Muzakkar.

Camat Jeumpa, Tarmizi, ST yang ditanyai media ini, Jumat (23/10), sepengetahuanya ketika itu, jalan Seuneubok Lhong sudah pernah masuk musrembang dan sudah pernah dibahas, namun dia tidak tahu kenapa jalan tersebut, kemudian tidak jadi dikerjakan.“hanya saja, saat musrembang waktu itu, saya belum menjadi Camat Jeumpa,” ujar Camat Tarmizi.

Sementara Kadis PUPR Kabupaten Bireuen, Fadli Amir ST, yang ditemui media ini seusai peringatan Hari Santri Nasional ke 6, di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Bireuen, Kamis (22/10) dengan singkat hanya mengatakan, jika memang jalan tersebut sudah masuk dalam musrembang, tentu akan tidak terkendala dalam penanganannya kelak.”Yang penting sudah masuk dan dibahas dalam musrembang, tentu tidak ada masalah lagi,” urainya.(Maimun Mirdaz).