Terkait Kasus kematian Tahanan, Kapolda Aceh : Saya Bertanggungjawab

oleh -60 views

Kuala Simpang (ADC) Pasca meninggalnya M Mahyar (35) warga dusun Damai Kampung Suka Mulia Kecamatan Banda Mulia Aceh Tamiang, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak lakukan pertemuan dengan Unsur Forkopimda Aceh Tamiang, Rabu 24 Oktober 2018, di Aula Setdakab setempat.

Pada pertemuan tersebut Kapolda Aceh menyampaikan Permintaan maaf secara terbuka di hadapan Bupati, Unsur Forkopimda dan 213 Datok Penghulu serta tokoh masyarakat yang sengaja diminta hadir untuk mendengarkan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Kapolda menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni kelalaian anggotanya, sehingga Ia selaku pemangku tertinggi institusi kepolisian di Aceh merasa sangat bertanggung jawab.

“Saya bertanggung jawab atas peristiwa ini, dan tindakan pertama sudah saya lakukan dengan mencopot Kapolsek Bendahara, dan proses hukum tetap berlanjut,” tegas Kapolda.

Selain itu kedatangannya ke Aceh Tamiang juga atas perintah Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian untuk mendatangi serta menyampaikan rasa bela sungkawa langsung ke rumah keluarga korban.

“Kedatangan saya juga atas perintah Kapolri, beliau menyampaikan rasa bela sungkawa, dan kejadian ini menjadikan situasi kondusif pasca MoU tercoreng,” ujar Kapolda.

Kapolda mengharapkan agar masyarakat dapat memahami kelalaian yang dilakukan anggotanya saat bertugas.

BACA..  Cegah Kejahatan, Polri dan Polisi Selandia Baru Tanda Tangani Kerjasama

“Kembali saya sampaikan bahwa ke empat anggota saya, masing-masing 1 Kapolsek dan 3 Anggota Polsek Bendahara sedang menjalani pemeriksaan, dan kita tetap akan lakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Kapolda.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Danrem 011/Lilawangsa Kol Inf Agus Firman Yusmono, Dandim 0104/Aceh tamur Letkol Inf Deki Rayusyah Putra, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destria SIK MH, Kajari Aceh Tamiang, Ketua MPU Aceh Tamiang Drs Ilyas Mustawa dan para tokoh masyarakat.

Sebelumnya Abdullah alias Dan Bayoe, salah seorang keluarga korban pada selasa kemarin telah melakukan pertemuan dan rapat mediasi antara pihak keluarga bersama unsur Muspida dan Muspika di Kantor Camat Bendahara. Pihaknya berharap kepolisian mengusut tuntas misteri kematian Mahyar.

“Kemarin (selasa-red) kita ada pertemuan dengan Wakapolres, Koramil dan Camat, membahas masalah visum dan tentang kejadian siapa pelakunya.

Pihak keluarga berharap pelakunya harus diproses sesuai hukum berlaku di negara kita” ujar pria yang juga merupakan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Tamiang ini melalui sambungan telepon, Rabu 24 Oktober 2018, Abdullah membenarkan bahwa memang di sekujur tubuh korban ditemukan sejumlah luka memar.

Hal itu juga dibuktikan juga dari hasil visum” tambahnya. Namun pihaknya mengaku tidak tahu pasti kapan keluarganya tersebut ditangkap.

“Kita tidak tahu pasti jam berapa korban ditahan. kabarnya sekitar jam 11 malam. Saya dapat kabar sekitar jam 9 pagi korban sudah meninggal dunia di RSU Aceh Tamiang” ujarnya. (Zal/Ardi).