Pendidikan Guru Penggerak

oleh -46 views

Oleh : Aiyub,S.Pd

Pendidikan yang Memerdekakan yaitu yang pertama pendidikan yang menekankan kemandirian anak didik (kekuatan diri sendiri, tidak bergantung pada orang lain). Kedua, Pendidikan yang menekankan kemerdekaan lahir dan batin. Ketiga, pendidikan yang menekankan keterlibatan subyek berkesadaran akan pentingnya pengetahuan teoritis dan praksis untuk diaplikasikan dalam kehidupan bersama demi membangun kehidupan sosial yang beradab.

Merdeka belajar bermakna memberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman kepada siswa untuk belajar dengan tenang, santai dan gembira tanpa stres dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami yang mereka punyai, tanpa memaksa mereka mempelajari atau menguasai suatu bidang pengetahuan di luar hobi dan kemampuan mereka.

Prinsip tentang pendidikan yang Memerdekakan yaitu anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, tergantung dari kedua orang tuanya, bagaimana mengarah anak tersebut. sejalan dengan pandangan Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah untuk “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya”. Pendidikan tidak membuang pokok kebudayaan yang menjadikan asing dengan realita pada anak didik.

Pendidikan harus membuat manusia di Indonesia mempunyai sifat peka dalam hal budi pekerti. Konsep merdeka belajar mempunyai relevansi dengan teori belajar konstruktivistik. Dalam pandangan konstruktivistik anak mengonstruksi pengetahuan sebagai hasil interaksi dengan pengalaman dan objek yang dihadapi. Dalam proses ini fokusnya terdapat pada keaktifan individu dalam membentuk pengetahuan. Siswa diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri siswa

Pemikiran yang harus dihilangkan atau tidak relevan lagi yaitu pemaksaan kepada si anak, perundungan dan kekerasan dalam dunia pendidikan, bahkan kecurangan. Hasil belajar yang membantu untuk menjawab tantangan yang dihadapi di daerah yaitu pertama, merdeka belajar merupakan suatu langkah yang tepat untuk mencapai pendidikan yang ideal yang sesuai dengan kondisi saat ini dengan tujuan untuk mempersiapkan generasi yang tangguh, cerdas, kreatif, dan memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai bangsa Indonesia.

Kedua, gagasan merdeka belajar memiliki relevansi dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan mempertimbangkan aspek keseimbangan cipta, rasa, dan karsa. Merdeka belajar memberi kebebasan pada siswa dan guru untuk mengembangkan bakat dan keterampilan yang ada dalam diri karena selama ini pendidikan lebih menekankan pada aspek pengetahuan. Ketiga, merdeka belajar merupakan salah satu strategi dalam pengembangan pendidikan karakter. Dengan merdeka belajar, siswa diharapkan lebih banyak praktek implementasi nilai-nilai karakter bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.(*).

Penulis : Aiyub,S.Pd

Jabatan : Plt Kepala Sekolah SDN Sijuek, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.