Majelis Pemuda Aceh Dukung KPK Basmi Korupsi di Aceh

oleh -27 views
Majelis Pemuda Aceh
Aktivis Majelis Pemuda Aceh gelar jumpa pers dukung KPK RI basmi korupsi di Aceh, Rabu (23/6). Foto: Ist

Banda Aceh (AD)-Majelis Pemuda Aceh (MPA) sangat mendukung aksi penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) untuk membasmi dugaan megaskandal korupsi yang terjadi di daerah termiskin di Pulau Sumatera. Hal itu disampaikan Koordinator Majelis Pemuda Aceh, Heri Mulyandi dalam acara jumpa pers, di Boss Kupi, Banda Aceh, Rabu 23 Juni 2021.

“Aceh sudah berulang kali menjadi daerah dengan predikat nomor 1 termiskin di Sumatera. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sejauh ini anggaran yang begitu besar di Aceh belum mampu menyentuh masyarakat kecil dan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” ujar Heri Mulyandi.

 

Sebut Heri, Aceh tergolong provinsi miskin. Kondisi tersebut disebabkan penggunaan anggaran yang begitu besar namun hasilnya tidak maksimal dikarenakan potensi tingginya angka korupsi. Secara umum, total jumlah Dana Otsus untuk Aceh yang dianggarkan hingga tahun 2020 sebesar Rp.88,7 triliun, DAU sebesar Rp.19,47 triliun, PAD sebesar Rp.31,55 triliun dan dana lainnya sebesar Rp 40,12 triliun, yang telah didistribusikan selama 10 tahun ini. Namun, hingga saat ini dengan anggaran yang begitu besar.

“Mendukung sepenuhnya upaya pembongkaran dan pengusutan indikasi skandal Mega korupsi di Aceh secara tuntas hingga ke akar-akarnya sehingga anggaran besar  yang ada di Aceh dapat terselamatkan,” kata Heri Mulyandi.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) di Provinsi Aceh sejak bulan Juni 2021 seakan membawa secercah harapan baru bagi masyarakat Aceh. Hal ini dinilai sebagai langkah tepat dan strategis dalam rangka menyelamatkan Aceh dari jurang kemiskinan Aceh. Dimana  Aceh yang notabenenya daerah yang memiliki anggaran besar namun masih terbelenggu dengan kemiskinan.

“Sejumlah indikasi skandal Mega korupsi telah tercium sejak lama oleh KPK dan mengundang kehadiran lembaga anti rasuah tersebut ke negeri yang dijuluki serambi Mekkah ini. Beberapa indikasi Mega korupsi yang dimaksud adalah pembongkaran skandal pengadaan “Kapal Aceh Hebat” dengan jumlah anggraan 178 Milyar, dan 14 Proyek MYC dengan total anggaran Rp. 2,4 Triliyun,” kata Koordinator Majelis Pemuda Aceh, Heri Mulyandi merincikan. (rp)