Dua LSM Berorasi, Perintahkan Tangkap Mafia UMKM di Aceh Tenggara

oleh -35 views

“Demo yang kami lakukan pada hari ini terkait masalah banyaknya dugaan isu calo dan pungli terhadap penyaluran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2021. Bantuan tersebut disalurkan oleh Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Tenggara (Agara),” ujar Koordinator Aksi, Jupri R.

Laporan | Syawaluddin

KUTACANE (AD) – Dua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berorasi perintahkan pihak penegak hukum tangkap mafia Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Aceh.

Dua LSM yang berorasi tangkap mafia UMKM itu dari Lumbung Informasi Rakyat Aceh (LIRA) dan LSM Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kabupaten setempat.

Puluhan masa yang mengatasnamakan Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat Aceh Tenggara (LIRA) dengan LSM Tipikor melakukan aksi unjukrasa, Kamis, 24 Juni 2021, di depan kantor Koperasi Agara.

Dalam aksi tersebut mereka membawa spanduk bertulisan yel-yel ‘Saber Pungli Jangan Tidur, Buka Mata Sudah Viral Terjadi Dugaan Pungli UMKM’; ‘Tolong Tangkap Mafia UMKM, Kapolres Harus Tangkap Calo UMKM’. Begitu tulisan di spanduk rentang yang mereka bawa.

Selain itu, masa meminta Bapak Kapolda Aceh untuk mengevaluasi kinerja Ketua Tim Saber Pungli Aceh Tenggara, dalam isi spanduk yang dipampangkan saat orasi berlangsung.

“Demo yang kami lakukan pada hari ini terkait masalah banyaknya dugaan isu calo dan pungli terhadap penyaluran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2021. Bantuan tersebut disalurkan oleh Dinas Koperasi Kabupaten Aceh Tenggara (Agara),” ujar Koordinator Aksi, Jupri R.

Aksi tersebut disuarakan karena berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat penerima bantuan UMKM sulit mendapatkan surat rekomendasi pencairan karena Kabid Penilaian USP/KSP dan UMKM sulit ditemui.

Bahkan Blangko pencairan dari Bank Aceh yang dibagikan kepada masyarakat juga langka, padahal menurut informasi blangko pencairan tersebut diberikan pihak Bank Aceh kepada pihak Dinas Koperasi sebanyak 500 blangko/harinya.

Masih Jufri,dikatakan bahwa; Indikasi tersebut sudah bisa sebagai pintu masuk oleh penyidik Polres Aceh Tenggara terkhusus bidang saber pungli untuk mendalaminya dengan cara menggeledah kantor Dinas Koperasi, mempertanyakan berapa sudah jumlah rekomendasi pencairan yang sudah dikeluarkan kepada masyarakat.

“Kami DPD LIRA dan DPD LSM Tipikor menuding penyidik Polres Aceh Tenggara apatis terhadap dugaan praktis calo dan pungli pada pencairan dana bantuan UMKM,” tegasnya.

Jupri R meminta kepada Kapolda Aceh untuk menurunkan tim saber pungli dari provinsi ke Aceh Tenggara untuk menindak calo-calo maupun mafia UMKM. “Karena saber pungli Aceh Tenggara mandul,” sebut Jupri dalam orasinya. [*].