Jejak Award Pertamina Rantau Field

oleh -194 views

Feature | Syawaluddin

TAMPUR PALOH, begitu sebutannya. Adalah Gampong terpencil dan terisolir diujung Selatan wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Memulai babat episode baru dunia pendidikan.

example banner

Kita tak menemukan aliran listrik, apalagi jaringan Suter PLN, sama sekali tak pernah dinikmati oleh warga yang mendiami Gampong itu, kurang lebih 100 Kepala Keluarga.

Kehidupan dan pendapatan mereka di sana bercocok tanam, berkebun dan menangkap ikan di sungai, sebab, Gampong Tampur Paloh berada tepat dibibir DAS terusan Lesten, Kabupaten Gayo Lues.

Topograpinya berbukit-bukit, sulit mencari lahan datar di Gampong itu untuk bercocok tanam. Begitupun Tampur punya struktur tanah yang subur dan gembur.

Dibalik topografi yang sulit, sebagai wadah bercocok tanam, tak menyurutkan warga Tampur untuk maju. Toh…hasil Gampong tersebut melimpah.

Tetapi hasil itu tak tahu harus dibawa kemana. Kecuali itu, satu-satunya melalui jalur sungai menuju kota Kualasimpang, dengan jarak tempuh 4 jam saat menuju hilir dan 7,5 jam saat menuju kehulu.

Fragmatis memang, tapi itu harus dilalui penduduk Tampur dan Gampong tetangganya dengan sangat bahagia. Ratusan tahun, susana seperti mereka lalui, untuk menjual hasil bumi, sebagai penopang hidup.

Namun, dibalik kehidupan penduduk Tampur yang sulit dan serba terbatas, Tampur Paloh punya cerita heroik dunia pendidikannya.

Oh…iya, ada yang terlupa. Untuk penerangan, selama ini mereka menggunakan genset—mesin penghasil teggangan listrik frekuensi menengah—untuk menerangi rumah di sana.

BACA..  Wujud Kepedulian Terhadap Pendidikan Anak Yatim, Wali Kota Serahkan Perlengkapan Sekolah

Yama Sang Motivator

Mengawali kisah itu, Ali (45) aktifis sosial dan pendidikan, dia dengan beberapa temannya melakukan survey kewilayah Tampur, dekade 2014 silam.

Ali dengan yayasannya—Yayasan Merdeka (Yama)—melihat kondisi pendidikan di Gampong itu, sangat mengenaskan—keterbelakangan dunia pendidikan—jangankan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Dasar (SD) pun mereka tak punya.

“Kami terpanggil untuk membangun peradaban pendidikan disini. Sayang usia didik disini kalau tidak kita bantu, hampir dipastikan 90 persen anak-anak disini buta huruf,” begitu kata Ali dalam bincang singkat pada penulis.

Dengan swadaya masyarakat dan Yama, mereka membangun Ruang Kegiatan Belajar (RKB) berukuran 4×8 meter seadanya.

Ruang itu yang dipakai untuk belajar, SD, SMP dan SMA. Dengan cara seling, sehari untuk SD, sehari untuk SMP dan sehari untuk SMA.

Begitu seterusnya dilakukan Ali dan kawan kawan aktifis, yang cinta pendidikan. Biaya sekolah seluruhnya gratis, kurikulum mereka gunakan copy paste dari kurikulum yang ada.

Mereka bergerak dari keterbatasan, tapi tak menyurutkan semangat mereka untuk berbuat agar dunia pendidikan di Teampur, maju.

Menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun mereka lalu, tanpa mengeluh. Yang ada dalam pikiran mereka, bagaimana Tampur tak tertinggal dari penjajahan dunia pendidikan.

Siapapun tamu yang datang diwajibkan untuk mengajari ilmu yang dimilikinya, untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan diluar kurikukum.

BACA..  Berikan Bantuan Kepada Korban Konflik Ini Harapan Dandim 0103/Aceh Utara

Dari puluhan siswa yang belajar, hingga ratusan murid dan siswa tumpah jadi satu disitu. Bisa kita bayangkan, bagaimana mereka bisa belajar optimal. Sampai Ali berpikir, bagaimana ruang belajar dari tak refresentatip bisa menjadi komprehensip bisa dibangun.

Asabat Ali membara, dia dan teman-temannya rapat, membicarakan pengembangan ruang kegiatan belajar di Tampur.

Hasilnya, proposal pembangunan RKB, Pustaka, Kantor Guru dan benerapa katalog buku belajar yang disesuaikan dengan kurikulum.

PEP Lokomotip Pendidikan di Tampur

Tujuan proposal adalah Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 1 Rantau Field. Ali dan beberapa teman-temannya datang ke kantor Perusahaan Minyak Plat Merah tersebut.

Mereka disambut baik, hingga manajemen Pertamina EP Rantau Field melakukan investigasi ke Tampur.

Hasilnya apa?, manajemen Pertamina tergugah untuk melepaskan jerat dunia pendidikan anak-anak usia sekolah disana.

Upaya Ali dan kawan-kawan tak sia-sia, Pertamina EP Asset 1 Rantau, membantu mereka, untuk membangun RKB, Mobilernya, sampai buku bacaan sesuai kurikulum.

Dimulai pada tahun 2016, Pertamina EP Asset 1 Rantau Field membangun segala  fasilitas yang dibutuhkan.

Ini adalah kerja keras Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, diluar wilayah operasionalnya. “Kami bangga pada Pertamina, peduli pada dunia pendidikan, meski diluar wilayah kerjanya,” jelas Ali.

Selama dua tahun, manajemen Pertamina EP Asset 1 Rantau Field membangun RKB, upaya perusahaan melepas belenggu pendidikan diwilayah pedalaman Aceh Timur tersebut.

BACA..  Wujud Kepedulian Terhadap Pendidikan Anak Yatim, Wali Kota Serahkan Perlengkapan Sekolah

Kini, Tampur sumringah, menatap cerah dunia pendidikan, dari RKB, Ruang Guru, Kantor dan buku kurikulum pendidikan dipasok Pertamina.

Satu tahun perjalanannya, banyak Siswa SMA yang menamatkan kurikulum belajar di Yama, dan meneruskan pendidikan diperguruan tinggi, di Kota Langsa, Lhokseumawe dan Banda Aceh.

Hingga kini, Yama tetap menjadi mitra dampingan Pertamina EP Rantau Field. Tampur bergeser 360 derjat, sebab kondisi dulu dan sekarang sangat jauh kemajuannya.

Pertama sekali, ditahun 2017 Pertamina merayakan HUT Kemerdekaan RI yang ke 71 di Tampur Paloh, dihadiri oleh Pangkosterad RI pada saat itu dijabat oleh Mayjend Joko Warsito.

Kegiatan itu tidak hanya sebatas Upacara HUT RI saja, tapi juga mengibarkan bendera sepanjang 71 meter di selatan pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan itu diliput oleh media lokal dan Jakarta, menjadikan nama Tampur Paloh membahana seantero dunia.

Saat itu juga, banyak petinggi eksekutif dan legislatif berkunjung untuk melihat perubahan dunia pendidikan di Gampong Tampur Paloh, Pucuk DAS Tamiang.

Hingga petinggi Pertamina Pusat mengunjungi wilayah terisolir itu. Mereka tergugah, hasil karya Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, menjadi tonggak sejarah, merubah dunia kelam pendidikan menjadi terang di Gampong Tampur Paloh.