Puluhan Guru PAUD dan TK Ikuti Lomba Seni Tari Se-Kecamatan Baiturrahman

oleh -100 views

Banda Aceh (ADC)- Puluhan guru sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, mengikuti Lomba Seni Tari Kreasi Tradisional Aceh (LSTKA).

Ajang lomba ini, dipusatkan di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bunda PAUD Banda Aceh Fauziah, Selasa 23 Oktober 2018.

Dalam sambutannya, istri Wakil Wali Kota Banda Aceh berpesan, agar kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan guru-guru PAUD yang memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi.

Menurut Fauziah, usia dini bagi anak-anak adalah masa-masa bermain, sehingga para pendidik PAUD dituntut untuk bisa memberikan permainan termasuk lewat seni tari yang dapat memacu perkembangan, kecerdasan, kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak dengan lingkungan dan teman.

“Dengan metode belajar “bermain sambil belajar” anak didik akan merasa nyaman dan tidak terkesan dipaksa untuk belajar. Oleh karenanya, maka diperlukanlah seni mengajar yang sesuai dengan perkembangan psikologi anak.”

“Pada kesempatan ini, kami juga ingin menyerukan kepada segenap lembaga dan tenaga pendidik usia dini, agar senantiasa mengembangkan kreativitasnya dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter islami, dan mampu menjawab tantangan global pada masa mendatang,” imbau Wakil Bunda PAUD.

Berdasarkan laporan dari Ketua Pusat Kegiatan Guru (PKG) Baiturrahman Nurafni, ada 10 PAUD/TK yang ikut memeriahkan kegiatan ini, di antaranya TK Salsabila, TK Kartika XIV-XII, PAUD As-Sajadah, TK Cut Meutia, TK Latifa, dan PAUD Raudhatul Ilmi.

BACA..  Dandim Aceh Utara Paparan Konsep Strategi Binter di Dunia Maya

“Tujuan acara ini, untuk melatih dan meningkatkan kreativitas guru pendidikan PAUD terutama dalam bidang seni tari, dan selanjutnya diharapkan dapat diaplikasikan pada sekolah masing-masing.”

Beberapa tarian yang ditampilkan oleh para guru PAUD tersebut, yakni. Hikayat Putroe Bungsu, Seurune Kalee, dan Meukeudroe. “Adapun yang kita nilai dalam lomba ini, adalah keseragaman gerakannya, kesesuaian gerak dengan musik, dan kesan secara keseluruhan,” kata Nurafni. (Ahmad Fadil)