Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Tegaskan PMII dan NU Satu Haluan Sampai Akhir Zaman

oleh

Sigli (AD) Melalui Masa Penerimaan Anggota Baru ke – III (MAPABA) 2021 yang digelar mulai 20 s/d 22 Agustus di Aula Burnicamp lantai 2 kota sigli, Kabupaten pidie, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) cabang Pidie Jaya-Pidie beserta puluhan peserta menegaskan PMII dan NU memiliki haluan akidah yang sama yakni Ahlussunah Wal Jama’ah (Aswaja) yang diperankan sebagai pedoman dan metode di segala kegiatan berpikir dan bertindak atau Manhajul Fikr wal Harokah.

Ust. Bani Amin wakil ketua NU Pidie  yang mengisi materi Aswaja dalam kegiatan tersebut memaparkan secara gamblang tentang Aswaja mulai dari sisi historis hingga pada perkembangannya saat ini.

BACA..  Satgas TMMD Kejar Target Pengerjaan RTLH

Namun, sebelum materi dimulai, seperti biasanya Wakil Ketua Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Pidie tersebut membagikan teks Shalawat Nahdliyyah kepada seluruh peserta MAPABA yang kemudian dilantunkan secara berjamaah sebelum dan sesudah materi.

Dalam penjelasannya, Ust. Bani Amin mengatakan, Aswaja merupakan golongan pengikut ajaran Rasulullah SAW yang kemudian dipraktekkan oleh para sahabat dan diikuti oleh para tabi’in (kelompok penerus sahabat) dan tabi’ut tabi’in (kelompok penerus tabi’in) dan seterusnya.

Pada prinsipnya Aswaja bukanlah aliran baru, bahkan Aswaja telah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan sahabatnya. Namun, di saat Islam mengalami pengaburan ajaran akibat banyaknya aliran-aliran yang bermunculan seperti Khawarij, Syi’ah, Mu’tazilah dan kelompok lainnya yang memiliki pola pikir berbeda dengan ajaran Islam yang sesungguhnya, maka kemudian muncullah dua tokoh kharismatik yang mampu mengembalikan Islam pada ajaran yang semestinya, yaitu Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Manshur Al-Mathuridi yang kemudian pengikut keduanya disebut Ahlussunah wal Jama’ah.

BACA..  Kadisdik: Kami Paham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama

Pria yang disebut Gus Bani itu melanjutkan, salah satu karakteristik pemikiran Aswaja ialah Tawassuth atau moderat, yakni tidak ekstrim kanan (ekstrimis literalis) seperti Khawarij dan tidak ekstrim kiri (ekstrimis rasionalis) seperti Mu’tazilah.

Ia menjelaskan, bentuk upaya melestarikan ajaran Aswaja di Indonesia, para ulama mendirikan organisasi yang diberi nama Nahdlatul Ulama (NU), dan dari NU inilah kemudian lahir PMII. Maka, berbanggalah kalian bergabung di PMII, karena dengan bergabung bersama PMII kalian berarti telah bergabung dengan NU.Ketika masuk ke NU maka berarti berpaham Aswaja dan menjadi santri Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Ketika menjadi santrinya, maka sanad keilmuan dan keislaman kalian bersambung sampai kepada Rasulullah, pungkasnya, diikuti tepuk tangan peserta MAPABA bertema “Satu Barisa, Satu Cita dan Satu Jiwa Menuju Regerasi PMII yang Terstuktur dan Berkemajuan,”.

BACA..  Satgas TMMD Kodim 0103/ Aceh Utara Bersama Warga Percepat Pengecatan Dua Mushalla

Acara yang diikuti oleh mahasiswa baru dari berbagai kampus di Pidie ini dibuka langsung oleh Ketua Cabang PMII Pidie Jaya-Pidie, Syahrul Maulana, yang ditemani oleh sahabat/i lainya, beserta beberapa pengurus cabang lainnya.(Kontributor / Nazril).