Tokoh Muda Aceh, Rahmat Asri Sufa: Fatwa Haram Game PUBG di Aceh Sudah Tepat

oleh -77 views

Banda Aceh (ADC)- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah mengeluarkan fatwa terkait hukum dan dampak game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) dan sejenisnya haram di Aceh.

Dikeluarkannya fatwa tersebut, setelah melalui proses pengkajian yang mendalam, akhirnya fatwa haram game PUBG dan Sejenisnya di berlakukan terhitung empat hari yang lalu. Bahkan Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA mengatakan, pengharaman game tersebut dikarenakan, mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan.

“Selaku Tokoh muda Aceh, kita turut mendukung dan mengapresiasi fatwa haram Game PUBG ini. Fatwa ini sudah sangat tepat diberlakukan di Bumi Serambi Mekkah, banyak dampak negatif yang terjadi pada remaja akibat kecanduan yang berlebihan terhadap game PUBG atau sejenisnya,” kata Rahmat Asri Sufa melalui pesan WhatsApp kepada media atjehdaily.id, Minggu 23 Juni 2019.

Menurut Alumni Pascasarjana UIN Sumatera Utara ini, keputusan MPU tidaklah serta merta tanpa pertimbangan yang tepat, jadi sebagai masyarakat kita harus mendukung fatwa ini dan menjaga baik baik anak dan saudara kita dari dampak negatif game PUBG.

Rahmat juga menjelaskan, ada  tiga sisi negatif dampak dari game PUBG dan sejenisnya. “Iya, saya melihat ada tiga hal sisi negatif terhadap anak-anak, remaja bahkan orang dewasa sekalipun bisa mengalami hal buruk, ini bagi yang sudah candu berat game PUBG dan sejenisnya. Pertama, mendorong perilaku anak lebih agresif, kedua langgar aturan dan etika, dan ketiga memberi efek negatif pada remaja, baik itu terhadap sifat dan wataknya yang lebih brutal. Oleh karena itu, saya berkesimpulan, bahwa pengharaman Game PUBG di Aceh sudah sangat tepat,” ungkap Rahmat

Ia juga menambahkan, bahkan ada beberapa negara yang sudah terlebih dahulu mem-blokir PUBG, diantaranya Irak, China, Nepal, bahkan di Februari kemarin diikuti oleh India.

“Selaku pemuda Aceh, saya berharap, fatwa haram PUBG ini benar benar di indahkan oleh masyarakat. Kita menginginkan generasi Aceh yang mulia dan beretika, serta cinta akan Ulama,” pinta Sekbid Litbang DPP IPTR Sumut ini.

BACA..  ACT dan MRI Ajak Komunitas Kolaborasi Peduli Korban Erupsi Semeru

Rahmat Asri Sufa berpesan kepada pemuda aceh, “Kembalilah ke khittah awal kita sebagai pemuda Aceh yang cinta akan Islam dan Ulama. Kita bukan menolak teknologi, namun fatwa ulama jauh lebih penting”, tutup bang ras, yang juga akrab disapa Rahmat Asri Sufa. (Ahmad Fadil)