Pasar Kuliner Kota Kualasimpang Gulung Tikar

oleh -62 views
example banner

example banner

“Apalagi biaya perhari cukup tinggi makanya banyak pedagang kuliner pada gulung tikar atau bangkrut,” Pungkas Pina.

Laporan | Zulherman

KUALASIMPANG (AD) – Ada indikasi Pasar Kuliner Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Gulung Tikar, padahal pasar itu belum lima bulan berjalan didirikan.

Tepatnya tanggal 25 Desember 2021, Bupati Kabupaten Aceh Tamiang, H. Mursil, empat bulan lalu meresmikan Pasar Kuliner tersebut, sepertinya tak tepat sasaran; apalagi dana yang plotkan dari Anggaran Belanja dan Pembangunan Kabupaten (APBK) ratusan juta rupiah terkuras.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Pailitnya Pasar Kuliner Kota Kualasimpang, diakui Pina, 40 tahun pedagang nasi gurih pada atjehdaily.id, Jumat, 23 April 2021. Mengeluh karena omset pendapatan dagangannya drastis menurun.

Menurutnya, kalau ditempat biasa dagangan nasi gurih dan lauk yang dijualnya beromset ratusan ribu hingga satu juta rupiah permalamnya.

Namun, sejak dipindahkan serta disatukan kepasar kuliner omzet Pina, hanya seratus atau dua ratus ribu rupiah saja. “Itu paling tinggi bagaimana kami bisa maju modal saja enggak pulang bang,” keluhnya.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

Apalagi biaya sewa lapak dan payungnya yang disediakan sangat tinggi, jika ditotal biaya sewa keseluruhan mencapai Rp50 ribu rupiah per hari, sementara omset menurun drastis sedang biaya beban makin besar makanya banyak pedagang yang kembali berdagang berserakan lagi di kota Kualasimpang seperti biasa.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

Ketika ditanya kesimpulannya tentang kebijakan yang diambil pemerintah daerah memindahkan para pedagang ke pasar kuliner, Pina mengatakan; tidak tepat sasaran ujarnya, sebab lokasi tempat berdagangnya sempit hanya berapa puluh meter dan tidak dapat menampung seluruh pedagang Kuliner.

“Apalagi biaya perhari cukup tinggi makanya banyak pedagang kuliner pada gulung tikar atau bangkrut,” Pungkas Pina.