Peneliti The Frazi Institute Minta KPU Jaga Amanah Rakyat

oleh -99 views

Banda Aceh (ADC)- Pemilihan Umum 2019 merupakan pemilihan terbesar yang berjalan sangat sengit serta memicu perdebatan antara kubu 01 dan kubu 02. Saat ini, tahapan Pemilu 2019 tersebut telah memasuki tahapan Rekapitulasi suara.

Banyak kritik kritik masyarakat maupun Tim pemenangan yang ditujukan kepada Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU).

Peneliti The Frazi Institute Muhammad Mauval mengatakan, Pemilihan Umum 2019 merupakan pemilihan yang sangat panas di indonesia. Dimana kedua kubu saling melakukan klaim atas kemenangannya, meskipun Kubu 01 mengakui kemenangan menurut hasil Quick Count dan Kubu 02 mengakui kemenangan menurut hasil Real Count TIM Badan Pemenangan Nasional.

“Ia percaya, pemilu kali ini dapat berjalan dengan jujur dan adil. Banyak cara yang harus kita tempuh dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil tersebut. Salah satunya dengan cara melakukan pengawasan dalam proses rekapitulasi suara agar tidak terjadi kecurangan-kecurangan. Sehingga kalau ada kecurangan, dapat dilaporkan kepada pihak yang berwajib,” ujar Mauval, dalam aiaran persnya kepada media ini, Senin 22 April 2019.

Dirinya menginginkan, agar kubu 01 dan 02 serta masyarakat, dapat bersabar dalam menunggu hasil rekapitulasi suara dan menghargai kinerja KPU. Jangan mengganggu KPU yang Sedang bekerja seperti mengatakan KPU Curang / KPU Tidak Netral ataupun nenyebarkan Hoax di media sosial. Karena bentuk gangguan seperti inilah yang dapat menghilangkan fokus KPU dalam proses rekapitulasi suara.

“Maka dari itu, biarkan KPU bekerja maksimal, jangan di ganggu dulu hingga proses rekapitulasi selesai, tujuannya adalah, agar pemilu kita kali ini dapat berjalan seperti yang kita harapkan,” pintanya.

“Jika Komisi Pemilihan Umum terindikasi melakukan kecurangan, maka kumpulkan semua buktinya, kemudian silahkan lapor ke pihak yang berwajib dalam hal ini adalah Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU). Kalau Bawaslu berpihak juga, maka laporlah ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Biarkan pihak berwajib tersebut yang melakukan penindakan. Karena Negara kita ini Negara hukum, jangan main asal bicara. pahami dan taati aturan yang berlaku di negara kita tercinta,” kata Mauval yang juga merupakan Demisioner Ketua Bem Fisip Unsyiah ini. 

BACA..  Badan Publik Harus Terbuka Dengan Kritik Dan Saran

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, kalau masyarakat merasa ada terjadi pelanggaran dan kecurangan, maka segeralah kumpulkan bukti-bukti pelanggaran dan kecurangan tersebut, lalu lapor ke bawaslu. Sehingga aturan hukum di negara ini dapat berjalan dengan baik dan proses pemilu pun akan mendapat hasil sesuai yang kita harapkan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan, kita harus mengapresiasi kinerja KPU meskipun kinerja KPU masih memiliki kekurangan. Hal itu menurutnya wajar saja. Karena Pemilu kali ini, merupakan salah satu pemilu yang terbesar di dunia. Kita ini sebagai manusia pastilah memiliki kekurangan masing masing. Maka dari itu, janganlah kita menilai dari segi kekurangan saja, tapi juga kita harus menilainya dari segi keberhasilan.

“Jika kita hanya menilai dari segi kekurangan saja tanpa melihat dari segi keberhasilan, maka itu tentu tidaklah relevan,” ungkapnya lagi.

“Harapan kita kepada KPU, agar dapat terus berkomitmen dalam menyukseskan pemilu 2019 hingga selesai. Jagalah marwah lembaga KPU dan kepercayaan masyarakat, karena KPU merupakan lembaga independent yang telah dipercaya dan diharapkan oleh masyarakat agar dapat menjalankan pemilu yang jujur, adil dan berintegritas,” tutup Muhammad Mauval. (Ahmad Fadil)