Ada Misteri Apa Dibalik Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Aceh?

oleh -608 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Rachmat Fitri HD MPA oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, terkesan sangat mendadak dan mengagetkan semua kalangan serta masyarakat luas di Aceh.

example banner

Kagetnya semua kalangan ini bukan tanpa alasan, karena pencopotan Rachmat Fitri dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Aceh dilakukan pada penghujung tahun bertepatan dengan berakhirnya program anggaran tahun 2020.

“Ada apa sebenarnya dengan Rachmat Fitri, hingga beliau dicopot dan digantikan oleh Alhudri sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh,” tanya Usman Lamreung, Selasa 22 Desember 2020 di Banda Aceh.

BACA..  Usman Lamreung: Jangan Biarkan OPD Menyandang Status Plt Terlalu Lama

Menurutnya, pencopotan Rachmat Fitri dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Aceh oleh Gubernur terkesan sangat mendadak.

“Apakah ada kaitannya dengan program pengadaan 400 Paket Westafel Covid -19 (tempat cuci tangan) untuk sekolah yang anggarannya mencapai 41,2 Milyar. Atau ada masalah lainnya yang sangat urgent, hingga mengharuskan Rachmat Fitri diganti,” sebut Usman penuh tanda tanya.

Dan yang lebih mengherankan lagi, kata Usman, kenapa penggantinya adalah Alhudri. Padahal beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh dan sudah pasti Dinas Sosial cukup banyak program yang harus direalisasikan.

BACA..  Usman Lamreung: Jangan Biarkan OPD Menyandang Status Plt Terlalu Lama

Seharusnya, Gubernur Aceh menunjuk pejabat yang menguasai bidang, cakap, dan punya skill menjadi Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

“Jadi, sudah sepatutnya Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah memberikan penjelasan kepada publik prihal pencopotan Kepala Dinas Pendidikan yang terkesan sangat mendadak dan dipaksakan,” ujar Usman Lamreung.

Dengan pemberhentian Rachmat Fitri dari jabatan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, menurutnya, dapat mempengaruhi berbagai program yang telah disusun dan sedang berjalan saat ini.

“Jangan sampai nantinya timbul kesan dari masyarakat, bahwa pencopotan Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini sarat dengan kepentingan dan politis. Jadi sudah sepatutnya Gubernur Aceh atau Sekda memberikan penjelasan terkait hal tersebut,” kata Usman Lamreung.

BACA..  Usman Lamreung: Jangan Biarkan OPD Menyandang Status Plt Terlalu Lama

Selain itu, ia juga menjelaskan, dalam beberapa hari kemarin, Dinas Pendidikan Aceh telah menjadi sorotan publik terkait anggaran 41,2 milyar untuk pengadaan 400 Paket Westafel Covid -19.

“Banyak kalangan menilai, anggaran sebesar 41,2 milyar hanya untuk pengadaan Westafel, adalah program mubazir dan bukan pula program urgensi yang sesuai dengan harapan sekolah dan para guru,” tutup Usman Lamreung.