Peran Keluarga Cegah HIV/AIDS

oleh -386 views
example banner

example banner

Oleh | Subhan Tomi

Pandemi Covid-19 yang belum berakhir bahkan semakin meningkat Satuan Tugas Penanganan Covid – 19. Positif 357.762,  Sembuh 281.592, Meninggal 12.431, Update Terakhir: 17-10-2020

Juga memberikan dampak dalam bidang lingkungan hidup. Penggunaan APD dan Alkes baik pada Petugas kesehatan atau pada pasien termasuk kepada seluruh masyarakat seperti masker dan handsanitizer, sarung tangan sekali pakai serta sampah rumah tangga di masyarakat kian meningkat setiap harinya di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) No. 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, limbah masker dikategorikan sebagai limbah medis yang membutuhkan penanganan khusus.

Bisa dibayangkan  berapa juta sampah masker, sarung tangan, tissu yang ada di lingkungan tempat kita berada mengingat ada 270 juta penduduk Indonesia yang kesemuanya memiliki resiko terkontaminasi oleh coronavirus.

Saat ini , masker adalah kebutuhan terhadap masyarakat karena dapat mencegah penularan coronavirus, tetapi yang menjadi permasalahan kita sering jumpai dilingkungan masker bekas berserakan dan dibuang begitu saja ada yang kesungai maka bakteri dan virus sumber air yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tentu menjadi permasalahan bagi kesehatan manusia dan mengganggu ekosistem di sungai atau laut.

Belum lagi sampah rumah tangga, dengan adanya pembatasan sosial yang membuat ketidak nyaman di lingkungan tempat tinggal.

Pandemi saat ini, masyarakat di tuntut untuk menjaga rasionalitas, dengan menempatkan nalar dan objektivitas di tengah serbuan informasi terkait Covid-19, isu aktual nasional yang harus secara cerdas disikapi oleh masyarakat  memilih dan memilah informasi dengan tidak menyebarkan berita hoaks, senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, membasuh tangan, menjaga jarak satu dengan yang lain.

Dari 2.820 rumah sakit, hanya ada 83 lokasiyang memiliki incenerator untuk mengolah limbah. Hanya ada 6 pabrik pengolahan limbah medis. Itu pun hanya di Jawa dan kalimantan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pun mencatat, limbah medis atas penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia mencapai 1.108,54 ton selama Maret hingga 8 Juni.

Padahal, Pemerintah telah mengeluarkan surat edaran (SE) bernomor Nomor 2/2020 ini jadi pedoman penanganan limbah infeksus dan pengelolaan sampah rumah tangga.