Korsel Invest Aceh Rp.44 Triliun

oleh -330 views
example banner

Laporan | Iqbal

KOREA SELATAN (AD) – PT Imza Rizky Jaya (IRJ) Indonesia lakukan penjajakan kerjasama ekonomi dengan pengusaha asal Korea Selatan, mendirikan pabrik Lampu Bertenaga Surya, Bendungan, Jalan Tol, Tower Plant di Aceh, Oil dan Gas.

Bentuk kerjasama itu terikat dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Penegasan  itu disampaikan Presiden Direktur PT IRJ, Hj Rizayati saat bertolak ke negara ginseng tersebut pada atjehdaily.id, Kamis 22 Oktober 2020.

Penandatanganan Mou antara PT IRJ Indonesia dengan, Magna Tech, Co,Ltd, Juyoung Lighting, dan FT Solution dilakukan di Korea Selatan, dengan investasi pertama Rp.44 triliun rupiah.

“Ini kesempatan bagi pemerintah Indonesia, khususnya Aceh yang dipercaya pemerintah Korea Selatan sebagai tempat berinvestasi dan kerjasama bilatral ini. Saya yakin dan percaya seluruh masyarakat Aceh mendukung upaya yang saya lakukan,” jelas Rizayati.

Gagasan kerjasama investasi ekonomi tersebut, sebagai upaya mendorong percepatan terlaksananya pembangunan industri berskala besar, infrastruktur jalan dan penerangan.

“Kerjasama ini kedepannya sangat berdampak positif bagi bangsa Indonesia, karena nantinya pihak kita dapat mengaplikasi dalam bentuk peningkatan kapasitas lapangan kerja di Indonesia,” kata Dr. Hj. Rizayati, SH.,MM, yang juga Ketua Umum DPP Partai Indonesia Terang.

Sosok Pengusaha Indonesia, asal Aceh ini, kembali merintis dan menggagas kerjasama MoU Investasi Ekonomi atau semacam mendorong percepatan kerjasama kedua Negara “Indonesia-Korea Selatan”.

Kerjasama yang dilakukan dibidang peningkatan ekonomi dan perluasan lapangan kerja menjadi barometer bagi PT Imza Rizki Jaya(PT-IRJ) dengan Perusahaan Raksasa Korea Selatan.

Sebagai komitmennya untuk mewujudkan terciptanya lapangan kerja dan  kesejahteraan serta kemakmuran bagi masyarakat Indonesia kedepannya dalam mengatasi persoalan pengangguran di tanah air.

“Apalagi selama kami di Korsel pihak kita tetap menaati protokol kesehatan( Prokes) Covid-19, ada hal menarik, sebagai bentuk kepeduliannya pihak Korea Selatan sempat menyatakan akan menyumbangkan sekitar 1.500 kotak untuk Aceh,”.

Kerjasama yang rintis ini tentu mendapat respon sangat positif dari Walikota dan Ketua Asosiasi Perdagangan negara Korea Selatan, Terkait kerjasama dengan berbagai perusahaan besar dari negara itu.

Presdir PT IRJ Indonesia, saat pertemuan dalam forum  rapat resmi mengatakan; rencana kerjasama investasi di Korea Selatan, pihak Pemerintah Korsel dan Perusahaan Raksasa Korsel sepakat dan komit untuk merealisasikan programnya Indonesia.

“Hari ini (Kamis 22 Oktober 2020) merupakan hari terakhir kegiatan kami di Korea Selatan, di pihak kita tetap optimis menyukseskan “Program Indonesia Terang”, baik terang sandangnya, terang pangannya dan terang papannya,“ sebut Rizayati, Inisiator Indonesia Terang, asal Aceh.

Rizayati mengatakan; pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah investor, diantaranya dengan Pemerintah Korea Selatan dan beberapa Perusahaan Korea yang bersedia melakukan investasi tahun 2021 disejumlah daerah Provinsi, Kabupaten, Kota di Indonesia.

“Patut kita syukuri dan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan dengan sejumlah pihak Perusahaan Negeri Ginseng, patners mitra kerja kami yang berkomitmen dalam waktu dekat ini akan merealisasi kunjungan balasan kerjasama ke Indonesia untuk melihat prospek lokasi berinvestasi di Indonesia,” Katanya.

Diantaranya Pembangunan Pabrik Lampu Tenaga Surya, Bendungan, Pembangunan Jalan Tol dan sejumlah proyek strategis sekala nasional lainnya di Indonesia dengan nilai rupiah puluhan Triliun berputar investasi Korsel nantinya di Indonesia.

Kerjasama yang sedang dijajaki dan dirintis oleh PT. Imza Rizky Jaya Group, asal Indonesia ini, diantaranya dengan Walikota Korsel dan Pemerintah Korea Selatan, selain progran Lampu Tenaga Surya, juga di bidang sektor Perminyakan dan Gas Bumi di Aceh.

“Sedangkan untuk Investasi yang akan digarap untuk Provinsi Aceh, senilai 44 Triliun untuk program Pembangunan Tower Plan, Tanggul dan Lampu Tenaga Surya,” jelasnya.

Disisi lain, Rizayati juga menggelar pertemuan dengan Kadin dan Bank Central Korea Selatan, kerjasama yang digarap untuk pembangunan Power Plan lampu tenaga Surya sejumlah proyek lainnya kedepan di Indonesia.

“PT. IRJ berencana menggantikan sumber pembangkit listrik pada PLN dengan alternatif energi ‘Power Plan’  yang akan dipasang di Seluruh Indonesia, target kedepan kita tidak memakai lagi sumber energi listrik dari PLN, pelan-pelan Insya Allah kita akan rubah ke alternatif lainnya, salah satunya dengan sumber energi ‘Power Plan’ untuk penerangan di Seluruh Daerah di Indonesia,” katanya.

Selain itu Pemerintah Korea juga akan bekerja sama dengan PT IRJ untuk pembangunan jalan tol, Oil dan Gas dan bidang lainnya serta memastikan proyek lampu Solar Cell bisa berjalan dengan baik kedepannya di Indonesia.

“Insya Allah awal tahun 2021 Pemerintah Korea bersama dengan sejumlah Perusahaan Raksasa Korsel akan berkunjung ke Aceh dan berkeliling Indonesia bersama PT. IRJ untuk menindaklanjuti realisasi investasi ekonomi secara berkelanjutan dalam menjalankan visi misi hasil pembicaraan hari ini semenjak kami berada di Korsel,” pungkasnya. (*)