PUSDA: Alhudri Sudah Bekerja Sesuai Harapan

oleh -44 views

 GOOGLE NEWS

Banda Aceh (AD)- Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA), Heri Safrijal, SP., MTP mengatakan bahwa pendidikan adalah kunci dari baik atau tidaknya generasi Aceh ke depan, oleh sebab itu pemerataan fasilitas pendidikan, meningkatkan mutu, sumber daya guru dan layanan pendidikan adalah PR besar yang sedang dibenahi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Alhudri, MM.

Mengurai masalah pendidikan tentunya bukanlah pekerjaan mudah, dari beberapa diskusi yang dilakukannya dengan Alhudri, Heri mengakui banyak terobosan yang dilakukan Alhudri semenjak ia dipercaya menjabat sebagai Kadisdik Aceh.

Salah satunya adalah dengan membuka kelas jauh di pelosok Aceh, dimana selama ini anak-anak di pelosok tidak mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang layak, di masa Alhudri inilah mereka dapat bersekolah melalui program kelas jauh.

“Saya melihat Alhudri ini adalah orang yang tepat dan harus dipertahankan sebagai Kadis Pendidikan Aceh, orang-orang seperti beliau ini harus dibantu dan diberi kesempatan untuk membenahi pendidikan Aceh,” kata Heri Safrijal, Kamis 22 September 2022.

Heri menuturkan, pembukaan kelas jauh di Aceh baru diketahuinya semasa Alhudri dan ini adalah amanah konstitusi dalam memenuhi hak dasar yaitu hak untuk mendapat pendidikan kepada anak-anak Aceh, walaupun mereka berada pelosok.

Maka pembukaan kelas jauh yang saat ini sudah berjalan di pelosok Megamat Aceh Selatan, serta di Pameu dan Jamat di Kabupaten Aceh Tengah dinilai Heri Safrizal adalah suatu terobosan dalam pemerataan pendidikan.

“Bagi saya ini adalah terobosan,” katanya.

Digagasnya kurikulum anti korupsi, juga merupakan hal yang baru dalam membentuk generasi Aceh melek terhadap bahaya laten korupsi.

“Melalui pendidikan maka proses indoktrinasi nilai antikorupsi sejak dini kepada anak didik, diharapkan akan membangun sikap dan karakter antikorupsi,” ujarnya.

Selain itu, Heri juga mengatakan, kerjasama Dinas Pendidikan Aceh dengan BPMA beberapa waktu lalu dalam menggagas SMK Migas di Aceh adalah bentuk dari sikap responsif Dinas Pendidikan Aceh dengan situasi kelangkaan tenaga kerja terampil di bidang pertambangan dan migas.

Belum lagi begitu banyak anak-anak Aceh yang dimagangkan di perusahaan-perusahaan besar di luar Aceh, yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan lulusan SMK yang terampil.

Heri yang juga Sekretaris Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Provinsi Aceh ini mengapresiasi sikap komunikasi Alhudri dengan semua stakeholder yang begitu baik dan terbuka menerima masukan untuk pendidikan Aceh yang lebih baik.

Ia berharap, semua pihak melihat Alhudri dengan kacamata yang jernih, karena hanya dengan kejernihanlah kita dapat mengetahui baik atau tidaknya seseorang dalam bekerja.

“Bagi PUSDA, kami sangat mengapresiasi kerja-kerja Kadisdik Alhudri,” tuturnya. (*)