banner 700250

YARA Minta Wali Kota Banda Aceh Sediakan Fasilitas Bank Bagi Warga Non Muslim

oleh -383 views

Banda Aceh (AD)- Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Banda Aceh, Datok H Yuni Ekohariatna meminta kepada Wali Kota Banda Aceh untuk menyediakan fasilitas perbankan selain sistem syariah bagi warga Aceh yang non muslim.

“Kami mendapat keluhan dari warga Banda Aceh, bahwa mereka seperti di paksa untuk mengalihkan rekening ke Bank Syariah. Padahal, banyak warga di Banda Aceh yang beragama non muslim. Jadi, bagi mereka tidak wajib untuka mengikuti Qanun Nomor 11 tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, tetapi jika tidak ada bank konvensional di Aceh, maka mereka harus keluar dari Aceh untuk keperluan dengan urusan perbankan, karena mereka masih nyaman dengan bank konvensional,” ungkap Datok Yuni Eko yang juga akrab disapa Haji Embong, Sabtu 22 Agustus 2020.

Selain itu, Haji Embong juga menjelaskan, bahwa dalam Qanun Nomor 11 tahun 2018 pada pasal 6 huruf b, Qanun ini berlaku untuk setiap orang yang beragama bukan Islam melakukan transaksi di Aceh dapat menundukkan diri pada Qanun ini. Oleh karena itu, kata dapat dalam pasal 6 huruf b ini bersifat pilihan, dan tidak memaksa warga non muslin untuk menggunakan bank syariah, ketika warga non muslim tidak menggunakan bank syariah maka pilihannya adalah bank konvensional.

BACA..  DPRK Sabang minta 1 Persen Saham Blok B

“Dikarenakan berlakunya Qanun LKS yang mewajibkan seluruh perbankan di Aceh wajib syariah, maka bagi warga non muslim yang tidak ingin menggunakan bank syariah akan kehilangan hak yang sama dengan warga negara lainnya dalam menggunakan fasiltas perbankan,” ujarnya.

Dalam UUD-45 mengatur, bahwa setiap orang bersamaan di muka hukum dan pemerintahan, tapi saat ini menurut kami di Aceh terjadi diskriminasi terhadap warga non muslim dalam mendapatkan layanan fasilitas perbankan, mereka yang masih nyaman menggunakan fasilitas perbankan konvensional akan kehilangan fasilitasnya di Aceh dan harus ke Sumatera Utara untuk urusan perbankan. Oleh karena itu, kami sangat mendukung keberadaan Lembaga Keuangan Syariah di Aceh, namun aturan yang bersifat publik tersebut tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi dan merugikan hak warga negara.

BACA..  H Muzakkar A Gani Tabalkan Bireuen Sebagai Kota Santri

“Berdasarkan hal tersebut di atas, YARA meminta Wali Kota Banda Aceh untuk menyediakan fasilitas perbankan konvensional agar penerapan Qanun LKS ini tidak dianggap diskriminatif dan melanggar hak warga negara,” demikian tutup Haji Embong dalam diskusi pojok dengan beberapa warga di warung kopi Sanusi Lampaseh yang merupakan salah satu warkop The Legend di Banda Aceh (AF)