banner 700250

Abrasi DAS Arakundo Mengganas, Ancam Infrastruktur Vital di Langkahan

oleh -213 views

Aceh Utara (AD) – Langkahan merupakan Kecamatan yang terisolir di Kabupaten Aceh Utara bagian Timur dan Kecamatan tersebut merupakan Kecamatan yang dikelilingi oleh aliran sungai (DAS) Arakundo, selama ini aliran sungai DAS Arakundo ada beberapa titik sudah aprasi. Aprasi selama ini semakin meningkat dan parah. Sedikitnya terdapat tiga titik kerusakan fatal yang disebabkan abrasi tersebut.

BACA..  H Muzakkar A Gani Tabalkan Bireuen Sebagai Kota Santri

Kini abrasi DAS Arakudo semakin mengganas dan meluas, apalagi saat curah hujan lebat sehingga meningkatnya luapan air sungai.

Berdasarkan hasil reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H Ismail A. Jalil, SE atau lebih akrap disapa Ayah Wa, pada Jum’at (21/08) terdapat tiga titik rawan yang membutuhkan penanganan segera, antaranya penanganan tebing sungai yang terletak di Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara yang mengancam areal Puskesmas Simpang Tiga yang hanya berjarak sekitar belasan meter saja.

BACA..  Kondisi Jalan Ke Seuneubok Lhong Sangat Memprihatinkan

Selain itu, abrasi kawasan itu juga mengancam Saluran Irigasi Primer Langkahan, dimana jaringan air tersebut sebagai penyuplai air irigasi sebanyak sembilan kecamatan.

BACA..  H Muzakkar A Gani Tabalkan Bireuen Sebagai Kota Santri

“Kami telah menyampaikan beberapa kali kepada kecamatan. Namun, sejauh ini belum ada penanganan. Sementara, jarak sungai dengan saluran irigasi hanya bersisa beberapa puluh lagi saja,” ujar Mahmudin Geuchik Simpang Tiga kepada Ayah Wa, usai melaksanakan pertemuan dengan tokoh Langkahan, di Aula Balai Desa kecamatan setempat.

“Dalam beberapa bulan terakhir, tanah terus amblas disebabkan debit air sungai meningkat, lanjut Mahmudin, seraya menjelaskan longsor kerap terjadi saat luapan air sungai tinggi.

Selain mengunjungi areal DAS Gampong Simpang Tiga, Ayah Wa pada perjalanan Resesnya juga mengunjungi Gampong Krueng Lingka masih di kecamatan yang sama.

Abrasi yang terjadi di gampong tersebut memiliki tingkat ancaman yang tinggi, abrasi tebing sungai mengancam sebuah Dayah (Pasantren) Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Daud Ahmadi (Abu Lueng Angen). diperkirakan miliayaran rupiah aset bangunan dayah yang berjumlah santri sekitar 6.000 jiwa tersebut perlu ditanggulangi segera.

Tidak hanya itu saja, mantan ketua DRPK Aceh Utara tersebut dalam resesnya mengunjungi titik tanggul di Dusun Pante Weing Gampong Krueng Lingka. Sepanjang 20 meter tanggul telah amblas ke sungai akibat abrasi.

“Dalam minggu ini, diperkirakan nyaris setengah hektar tanah longsor, yang terdapat di beberapa titik jarak rumah dengan sungai hanya hitungan meter,” ujar Geuchik Krueng Lingka, Efendi Noerdin sambil menunjung tebing sungai yang terdapat beberapa titik yang baru saja terjadi amblas kepada Ayah Wa beserta rimbongannya.

Geuchik Krueng Lingka menyebutkan, saat ini terdapat puluhan KK yang perlu di relokasi. Lantas, jika saja penanganan tidak segera dilakukan, belasan kepala keluarga tersebut terancam kehilangan tempat tinggal dan tanah kediamannya.

“Kit berharap, dengan disaksikan langsung oleh legeslatif kami di DPR Aceh. Beliau bisa menyampakan keluh kesah kami kepada pemerintah. Sehingga, penanganan bisa segera dilakukan, sebelum kami harus mengeksoduskan warga,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Krueng Lingka hanya memiliki luas desa sekitar 1.2 Kilometer persegi dengan jumlah penduduk capai 1.200 jiwa dengan jumlah KK mencapai 264 KK, sebut Efendi.

Sementara itu anggota DPR Aceh H Ismail A. Jalil,SE saat dimintai tanggapan terhadap aprasi sungai DAS Arakundo mengatakan dirinya siap memperjuangkan persoalan ini dan ini merupakan suatu persoalan yang harus sama sama kita pikirkan untuk menyelamatkan beberapa infrastruktur vital di Langkahan termasuk Dayah (Pasantren) Ulama Kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Daud Ahmadi (Abu Lueng Angen).

Dirinya juga mengharapkan kepada Pemerintah Aceh untuk segera mengambil langkah langkah terhadap persoalan ini, dengan Serius, kalau tidak Dayah dan Masyarakat akan menerima Imbasnya, pungkas sekretaris komisi II DPR Aceh ini.

Dalam tinjauan tersebut Ayah Wa didampingi oleh Panglima D-IV M Jhony, anggota Koramil Langkahan, Geucihk Gampong setempat, dan masyarakat.(SF).