M. Purba,SH: Kejari Gayo Lues Segera Rampungkan Penyidikan Dua Kasus Dugaan Korupsi

oleh -24 views

Masyarakat khususnya Gayo Lues berharap kepada pihak Kejari Gayo Lues agar kasus terkait penyalahgunaan Dana Desa tersebut dapat diungkap secara tuntas dan disampaikan ke publik. Tegas Praktisi ini kepada atjehdaily.id. Selasa 22 Juni 2021.

Laporan | Syawaluddin

BANDA ACEH (AD) – Praktisi Hukum M. Purba, SH; minta Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Luwes segera rampungkan penyidikan dua kasus dugaan korupsi terkait Alokasi Dana Desa (ADD) di Tanah Seribu Bukit tersebut.

Apalagi kasus itu sudah sampai ditingkat penyidikan oleh Kejari Gayo Luwes. Purba mengatakan, salah satunya terkait kasus ADD sejauh ini belum dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

Masyarakat khususnya Gayo Lues berharap kepada pihak Kejari Gayo Lues agar kasus terkait penyalahgunaan Dana Desa tersebut dapat diungkap secara tuntas dan disampaikan ke publik. Tegas Praktisi ini kepada atjehdaily.id. Selasa 22 Juni 2021.

Belum lagi soal kasus dugaan Korupsi Makan Minum DPRK yang katanya sudah dilakukan pemulihan kerugian negara nya mencapai 800 jutaan, walaupun sudah ada pengembalian kerugian negaranya namun bukan berarti pasal 4 UU Tipikor tidak berlaku.

“Saya akan mengawal hingga tuntas proses pengungkapan kasus ini dan akan terus mempertanyakan kepada pihak Kejari Gayo Lues,” timpal Praktisi Hukum yang juga aktivis Anti korupsi ini.

Diketahui bahwa dalam pemberitaan sebelumnya dibeberapa media online bahwa Kejaksaan Negeri atau Kejari Gayo Lues terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi uang makan dan minum anggota DPRK (Kegiatan Peningkatan Pelayanan Rumah Tangga Pimpinan DPRK) Gayo Lues Tahun 2018.

Dan menyebutkan, dalam kasus ini lebih 20 saksi sudah diperiksa dalam dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara Rp1.050.000.000, dari total anggaran Rp1,3 miliar tersebut.

Sampai saat ini lebih dari 20 saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Gayo Lues.

Ada beberapa saksi yang sudah mengembalikan kerugian keuangan negara dari sebelumnya Rp 220 juta, sekarang mencapai Rp784 juta.

Sedangkan uang yang dikembalikan ke kas daerah sebelum kasus ini diselidiki Rp 19 juta lebih.

Jadi total uang yang diamankan di rekening khusus penyelamatan harta negara kejaksaan sudah mencapai Rp 800 juta lebih.

Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, kerugian keuangan negara dalam kasus itu mencapai Rp1.050.000.000.

Namun hingga saat ini, hasil audit itu masih dalam proses perbaikan urutan item oleh BPKP dan belum dikirimkan ke Kejari Gayo Lues secara rinci,dan masyarakat Gayo Lues masih menunggu hasil audit BPKP perwakilan Aceh untuk menunggu kepastian hukum kasus dugaan tindak pidana korupsi uang makan dan minum anggota DPRK (Kegiatan Peningkatan Pelayanan Rumah Tangga Pimpinan DPRK) Gayo Lues Tahun 2018. [*].